Share this:

*SHOBIRIN anak Bakul Sayur Jadi Insinyur*

Shobirin Muhammad

*Kisah Turning Desire Pemberdayaan seorang Shobirin bersama ayam GEPREK JUARA sebagai Investor Leader*

Makassar, 21 Juli 2018, gerimis mengundang pagi ini, dimana Panglima JUARA ngobrol panjang lebar dengan sahabat saya selama di Toyota yang sekarang menjadi partner saya di ayam GEPREK JUARA sebagai Investor Leader di Kota Makasar, panggilannya Shobirin, lulusan Tehnik Elektro Universitas Indonesia. Beliau memiliki semangat PEMBERDAYAAN yang tak pernah padam sejak saya mengenalnya dari tahun 2000an.

Cerita masa lalu beliaulah yang menjadi Turning Desire nya, anak ke 4 dari 9 bersaudara dari Purwodadi Jateng :
1. Saat lulus SMP di usia belia 15 tahun beliau hijrah ke Jakarta dengan tekad bekerja apapun asalkan adik adiknya jangan sampai tidak jadi Sarjana. Saya boleh sengsara tetapi adik adik saya jangan sampai sengsara.
2. Ketika hidup di Jakarta numpang ke rumah temen gurunya yang baik hati dan bersyukur bisa sekolah sampai lulus Sarjana dengan 100% bea siswa. Selama SMA ingat banget pesan lucu tapi membangkitkam semangat dari wakil kepala sekolahnya *Kamu itu kurus, kecil, hitam…harus jadi orang sukses*

http://www.kompas.com/…/011103…/anak.bakul.sayur.jadi.doktor

Sekarang sebagai salah seorang middle management di salah satu main dealer Toyota di Makasar, beliau ingin turut berperan serta di sektor pemberdayaan yang dijalankan ayam GEPREK JUARA, sebagai Investor Leader di Kota Makasar.

Inilah kisah beliau yang pernah diangkat di Koran Kompas pada tanggal 18 Mei 2008.

Ir Muhammad Shobirin berasal dari keluarga tukang sayur di Purwodadi Jateng, berhasil melakukan mobilitas sosial melalui pendidikan. Orangtua Shobirin petani yang luas tanahnya hanya sekitar 300 meter persegi di Desa Panggungharjo, Grobogan, Jawa Tengah, dan memiliki sembilan anak. Tekad kuat untuk meraih kehidupan lebih baik yang akhirnya membuat dia *lulus cum laude* sebagai sarjana elektro dari UI di tahun 2000.

Kini (2008) dia bekerja sebagai penyelia di Project & Network Development Department Customer Service Division PT Toyota-Astra Motor. Anak keempat ini berhasil membantu biaya pendidikan kakak ketiganya hingga menjadi sarjana, masih membiayai dua adiknya di perguruan tinggi dan dua lainnya di sekolah menengah. Yang bungsu ikut orangtua di kampung, kata Shobirin yang lahir dan bersekolah hingga SMP di Grobogan.

Menyelesaikan pendidikan sarjana dianggap sebagai batas minimal yang harus dicapai untuk dapat memperbaiki kehidupan karena membuka kesempatan pada lapangan pekerjaan yang lebih baik.

Shobirin yang selalu berada pada peringkat kesatu selama di SMA dibebaskan dari biaya pendidikan dan kemudian diterima di UI tanpa tes. Dia lalu mengajukan permintaan keringanan biaya ke UI. Karena nilai indeks prestasinya selalu di atas 3,5, dia dibebaskan dari biaya pendidikan. Dia juga mendapat beasiswa dari tiga lembaga. Di luar itu, dia mengajar privat anak-anak SMA dan SMP. Uang yang dia peroleh bukan hanya dipakai untuk dirinya, tetapi juga membantu pendidikan lima adiknya dan satu kakaknya.

Kalau mahasiswa lain selesai kuliah main futsal atau ikut organisasi, saya harus memberi les,kata Shobirin.

Lebih baik secara sosial dan ekonomi, Muhammad Shobirin jauh lebih baik dari orangtuanya tetapi tetap sebagai anak yang berbakti kepada orang tuanya. Memiliki semangat PEMBERDAYAAN yang tinggi, diwujudkan dengan menjadi salah satu INVESTOR LEADER ayam GEPREK JUARA – BTP – Makasar bekerjasama dengan ayam GEPREK JUARA memberikan permodalan Pengelola Lokal bernama Hendra dengan skema Syirkah/Bagi Hasil.

Semoga virus virus saling membantu sesama ini bisa terus menasional melalui gerai ayam GEPREK JUARA.

www.ayamgeprekjuara.com, @ayamgeprek_juara

Share this: