Share this:

Allah adalah Tuhan kita yang mengatur langit dan bumi.
Maka hati-hati dengan proposal hidup/blueprint kehidupan kita. Kalo minta kecil, Allah kasih kecil. Tapi kalo minta banyak maka siap-siap menerima kejadian seperti yang kita ucapkan.

Rezeki itu adalah pemberian bukan hanya yang kita usahakan saja, tetapi PEMBERIAN oleh Tuhan kepada mahkluknya termasuk kita manusia. Mengapa ada yang bekerja sampai malam tapi rejekinya kecil, tetapi ada yang tidak bekerja tetapi rejekinya teruz mengalir.

Rezeki manusia akan terus ada sampai diambil ajalnya. Kita selalu percaya bahwa REJEKI, MATI dan JODOH di tangan Tuhan, tetapi menjalankannya dalam tata kelola kehidupan sangatlah tidak mudah.Rejeki diberikan karena adanya KEPANTASAN dan KESEMPATAN.

KEPANTASAN ini ibarat daya tampung. Jangan pernah bilang Allah pelit. Allah kalau nurunin hujan, pasti berlimpah, bahkan nurunin gerimis aja kita kadang gak bisa nampung.Karena Allah sesuai prasangka hamba-hamba-Nya.

Ya, masalahnya adalah daya tampung kita, kepantasan kita. Kalau daya tampung kita segede batok kelapa ya akhirnya rezeki yg kita dapat segede batok kelapa aja.

Tapi kok ada orang yang daya tampungnya segede kolam, ada yang segede danau bahkan ada yang seluas samudera?

Nah itu masalah kapasitas diri untuk kita memantaskan diri di depan Allah.
Kita harus upgrade kemampuan diri kita untuk terus meningkat dan membesar. Dari daya tampung ratusan ribu rupiah jadi jutaan. Dari jutaan rupiah jadi milyaran. Dari milyaran jadi trilyunan. Belajarlah terus dan bergeraklah terus melakukan continous improvement untuk mendapatkan KEPANTASAN dan KESEMPATAN.

Ilustrasi sederhana tentang KESEMPATAN, yang pernah saya alami sendiri adalah kayak gini contohnya :
1. Kalau ada rumah tua yang dihuni oleh seorang anak muda di Rawamangun dan saya tahu anak muda itu meninggali rumah itu dari sejak dia lahir 23 tahun silam. Tetapi orang tuanya sudah meninggal dunia beberapa waktu sebelumnya.
2. Kemudian ada ibu yang secara penampakan sudah sepuh tetapi saya tidak kenal dan bukan warga rawamangun, kemudian memasang plang di rumah anak muda tadi dengan tulisan dijual murah.

Kira-kira apa yang kita lakukan?

Sebagian besar akan menilainya : *Tuh ibu gak bener kali ya, masak rumah orang dipasangin tulisan di Jual* sehingga mereka tidak melihatnya sebagai sebuah *KESEMPATAN*.

Waktu itu saya menyikapinya dengan berbeda, tulisan dijual terpasang hampir 3 bulan. Dan si anak muda tersebut juga tidak berusaha melepasnya. Dalam benak saya, pasti ada something yang tidak sesuai dengan pikiran orang pada umumnya.

Sampai suatu hari, si Ibu tua tersebut nyamperin ke saya dan bilang : *Nak, kalau ada uang beli rumah saya itu, harganya 200jt (LT 100m LB 80m). Ini surat suratnya*. Sambil menunjukan fotokopian SHM yang lusuh dan copian akte sewa menyewa notaris yang gak kalah lusuhnya. Setahu saya nilai pasaran property itu sekitar 700jtaan. Ini adalah KESEMPATAN yang diberikan Allah.

Kira-kita apa yang saya lakukan?

Kira kira sobat JUARA kalau mengalami kejadian kayak gitu apa yang akan dilakukan?

Apa yang menjadi action kitalah yang menunjukkan KEPANTASAN kita dalam menerima rejeki. KESEMPATAN akan selalu diberikan oleh Allah, tetapi KEPANTASAN diri lah yang akan mewujudkannya sebagai rejeki.

Flight Palu Jakarta…Done…ayam GEPREK JUARA for Palu Bangkit

Share this: