Share this:

Rencanakan Hidupmu Atau Kau Jadi Bagian Rencana Hidup Orang Lain

( Exit Program Pekerja Migran Indonesia di Taipei – Sesi Waralaba )
By Panglima JUARA

Udara tidak terlalu dingin di bulan ini karena mulai masuk musim gugur yang ditandai dengan
banyaknya angin dan hujan rintik rintik hampir di setiap pagi hari. Kota Taipei – Taiwan merupakan kota
terbesar di Taiwan dimana di sini hampir ada sekitar 300.000an Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang
bekerja di berbagai bidang baik di industry, rumah tangga maupun project sipil. Hampir sekitar 1.25%
penghuni pulau ini adalah saudara kita pahlawan devisa Indonesia, karena total penduduk Taiwan saat
ini hanya sekitar 24 juta orang atau 50% nya penduduk Jawa Barat.

Mulai dari 9 – 12 November 2018, Panglima JUARA diajak turut serta oleh Kementrian
Perdagangan Indonesia menjadi salah satu mentor acara Pelatihan Exit Program PMI. Tujuan dari
kegiatan yang diselenggarakan oleh Kamar Dagang & Ekonomi Indonesia di Taipei ini adalah
memberikan pembekalan kepada saudara-saudara kita PMI yang akan pulang ke Indonesia setelah
mereka bekerja di Taiwan sehingga ketika kembali ke tanah air mereka akan semakin produktif
membangun bangsa baik berada di dunia wirausaha maupun investasi. Jangan sampai rupiah yang
mereka bawa pulang ke Indonesia tidak produktif bahkan habis untuk keperluan sehari-hari yang ujung
ujungnya akan membuat mereka kembali lagi menjadi PMI. Pemerintah Indonesia melalui Kemendag
dan KDEI melalui Kepala Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia di Taipei, Didi Sumedi berharap
melalui Exit Program ini bisa membuat mereka yang kembali di Indonesia menjadi lebih mandiri.

Waralaba Ayam Geprek Juara Sebagai Role Model

Salah satu materinya adalah tentang Waralaba, dan ayam GEPREK JUARA dijadikan sebagai
role model usaha kuliner lokal yang telah berhasil mendapatkan STPW (Surat Tanda Pendaftaran
Waralaba), usaha yang dimulai dari usaha perorangan naik kelas ke badan hukum dipandang menjadi
role model yang cocok dan siap bekerjasama dengan temen temen PMI sekembalinya mereka ke
Indonesia. Bahkan tidak menutup kemungkinan juga kalau dirasa potensi untuk membuka ayam
GEPREK JUARA di kota Taipei – Taiwan yang mana hampir lebih 50% PMI berada di kota terbesar
ini. Tentunya kesempatan berbagi ini menjadi sangat istimewa karena pertama kali dilakukan diluar
negeri dan Panglima JUARA berharap perjalanan Panjang tanpa akhir dari ayam GEPREK JUARA
bisa menjadi inspirasi buat semua peserta yang hadir. Apalagi kegiatan ini akan terus berkelanjutan
sepanjang tahun karena emang dirasakan manfaatnya secara langsung oleh peserta peserta sebelumnya.

Peserta Bersemangat Penuh

Peserta dari program ini tidak hanya PMI yang berada di Taipei, tetapi juga kota kota lain yang
tersebar di seantaro Taiwan seperti Keelung, Dacheng bahkan hampir paling bawah pulau yaitu kota
Kaohsiung yang ditempuh hampir 2 jam dengan naik kereta cepat. Tergambar wajah-wajah penuh
semangat dan harapan ketika saya memasuki ruangan yang dipenuhi hampir 100 an orang di lantai 6
Taipei Main Station. Acara dimulai oleh perwakilan dari Kementrian Perdagangan, Sekretaris Direktorat
Jenderal Perdagangan Dalam Negeri, Drs. SYAILENDRA, M.M yang menjelaskan tentang peraturanperaturan
tentang waralaba dimana pemerintah hadir di aktivitas bisnis ini sebagai salah satu cara
memperkecil resiko kegagalan, dan sekaligus memberikan kepastian hukum untuk kedua belah pihak
baik itu Pemberi Waralaba maupun Penerima Waralaba.

Cerita Sukses Ayam Geprek Juara

Acara inti sesi ini adalah tentang sukses story ayam GEPREK JUARA sebagai salah satu
praktisi bisnis Waralaba baik dalam membangun sebuah bisnis Waralaba sebagai Pemberi Waralaba
maupun kesempatan bekerjasama dengan ayam GEPREK JUARA sebagai Penerima Waralaba
merupakan materi yang disampaikan kepada para peserta. Bagaimana transformasi Panglima JUARA
berpindah kuadran dari seorang karyawan yang juga pernah ditempatkan di Jepang sebagai PMI
selama 2 tahun pada tahun 2003 sd 2006 kemudian setelah pulang ke Indonesia bercita-cita menjadi
bisnis owner dan never give up untuk mewujudkannya menjadi seorang bisnis owner. Walaupun basic
keilmuannya adalah seorang Engineer Tehnik Mesin, tetapi tidak menyurutkan langkahnya untuk hadir
di kancah dunia kuliner yang berbeda 180 derajat dengan keahliannya dulu sebagai seorang karyawan.
Temen-temen peserta begitu antusias menyimak sharing session yang hampir sekitar 150
menit yang diselingi dengan joke – joke hangat membuat suasana semakin akrab. Peserta banyak yang
berasal dari Jawa Timur, Jawa Tengah dan Jawa Barat, bahkan ada juga yang dari Lampung maupun
Palembang berkumpul menjadi satu Bhinneka Tunggal Ika.

Kiat Kiat Sukses

Ada 4 point yang disampaikan oleh
Panglima JUARA :
1. Hidup adalah Rangkaian dari Pilihan, untuk itu Hidup haru direncanakan atau kita akan menjadi
bagian Rencana orang Lain.
2. Setiap manusia memiliki Definisi Sukses masing-masing, Jangan sibuk membandingkan
hidupmu dengan hidup orang lain, tetapi bandingkanlah hidupmu sekarang apakah lebih baik
dari hidup kamu sebelumnya.
3. Luruskanlah niatmu dalam memulai bisnis, dan niat yang paling bagus adalah Menjadi Manfaat
Bagi Sebanyak Banyaknya Umat Manusia dengan cara memecahkan masalah mereka.
4. Berkomunitaslah kalau ingin jadi Entrepreneur dan Komunitas Tangan Di Atas (TDA) salah
satu yang Panglima JUARA rekomendasikan, apalagi kalau bisa di didirikan di Taiwan karena
TDA sudah hadir Hongkong & Australia, didirikan oleh PMI yang ada di sana.
Tak terasa waktu demikian cepat lewat sampai pada akhirnya kami semua harus mengakhiri
acara ini, tetapi kita semua tetap bisa terhubung melalui social media. Keingintahuan peserta tentang
kuadran Bisnis Owner sangatlah tinggi, karena merupakan hal baru yang mungkin kedepan akan
menjadi kuadran yang akan mereka jalani setelah kembali ke Indonesia. Sedikit cerita tentang Taiwan
atau Republic Of China, One China Policy (kebijakan satu Cina) yang diterapkan oleh Pemerintah Cina,
dengan tidak mengakui Taiwan sebagai negara yang merdeka dan berdaulat dari Cina. Sehingga
Indonesia berpegang teguh dengan prinsip One China Policy tersebut. Implikasi One China Policy
antara hubungan luar negeri Indonesia dan Taiwan hanya sebatas dalam menjalankan kerjasama
terutama kerjasama di bidang ekonomi melalui kantor dagangnya yang berada di Taiwan. Kantor
dagang tersebut yaitu KDEI (Kantor Dagang Ekonomi Indonesia) di Taipei.


KDEI di Taipei merupakan lembaga ekonomi yang bersifat non-Pemerintah, dan memiliki tugas
pokok memperlancar serta meningkatkan kerjasama ekonomi dan perdagangan dalam arti yang
seluas-luanya antara Indonesia dan Taiwan. KDEI dalam menjalankan tugasnya, membuka fungsi
konsuler berupa pelayanan untuk mewakili dan melindungi kepentingan ekonomi dan (Warga Negara
Indonesia) WNI di Taiwan. Perlindungan terhadap WNI di Taiwan tersebut, merupakan salah satu
penerapan atas asas nasional aktif oleh Pemerintah Indonesia.
SALAM JUARA !!! Juara…Juara…Juara…LUAR BIASA!!!

 

Share this: