Share this:

JUARA JOURNEY

Self Employee (S)  Investor (I)  Bisnis Owner (B).

Meraih Passive Income > Kebutuhan Hidup+Gaya Hidup.

Menuju Time & Financial Freedom dalam 5 Tahun.

Active Income = Gak Kerja Gak Dapat Duit.

Passive Income = Tidurpun Duit Terus Mengalir ke Rekening.

Saya mengenal beliau 3 tahun lalu dalam sebuah group usaha kuliner bertajuk Asosiasi Pengusaha Kuliner Indonesia (Apkulindo) di medio 2016. Panggilannya Prasunu WahyuPak Sunu, nama lengkapnya Prasunu Wahyu, usianya 50 tahun waktu itu, memiliki rumah makan SGPC (Sego Pecel = Nasi Pecel) Pak Sunu di Kota Madiun selama lebih kurang 15 tahun sampai sekarang ini juga masih berjalan.

Ketika ayam GEPREK JUARA berusia 6 bulan di November 2017, saya make deal ama Pak Sunu untuk mengembangkannya di Kota Madiun sebagai Pengelola Lokal (PL) JUARA. Waktu itu beliau bertanya, apa itu PL JUARA : Pengelola Lokal JUARA adalah Pihak (Perorangan/Badan Hukum) yang berpartisipasi dengan menyumbangkan waktu, tenaga, pikiran dan keahlian di bisnis yang berlandaskan bagi hasil/syirkah di sebuah Kota/Daerah/Region yang akan menjadi lokasi bisnis JUARA GROUP dalam rangka mewujudkan One City One JUARA. Sedangkan permodalan untuk pendirian outlet AGJ akan dilakukan secara urunmodal/saweran/patungan oleh Investor JUARA. Salah satu bisnis JUARA GROUP yang dikembangkan sebagai perintis adalah restoran dengan merek ayam GEPREK JUARA yaitu rumah makan kerakyatan kekinian berbasis olahan ayam dengan metode penyajian open proses dengan cara di geprek didepan pelanggan.

Tanpa banyak bertanya detailnya, beliau juga langsung make deal dengan saya untuk menjadi PL AGJ di kota Madiun disitulah kami mulai berkomitment membangun JUARA di Karesidenan Madiun. Dalam kategori roadmap development, Pak Sunu ini masuk kategori PL JUARA dari External, bukan PL dari jalur karir atau karyawan AGJ. Sesuai dengan SOP maka Pak Sunu wajib training di AGJ Jabodetabek selama 1 bulan. Akhirnya beliau mengambil kesempatan training di AGJ Teratai Putih, AGJ Gorontalo, AGJ Penggilingan bersama sama dengan istri tercintanya. Belajar dari A sampai Z, belajar operation restoran AGJ dengan system Cara Belajar JUARA Aktif (CBJA). Dan sekembalinya ke kota halaman beliau mulai mencari lokasi outlet AGJ Madiun, kemudian kita sepakati membuka AGJ Madiun di Jl Salak yang merupakan jalan kelas 3 tetapi luasan tanah dan bangunan rumah tua milik pemda kab Madiun ini lumayan luas, sekitar 1000-an/260 m2.

*SELF EMPLOYEE*

Alhamdulillah tepat tanggal 01 Juni 2018, akhirnya Pak Sunu Grand Opening AGJ Madiun, menjadi nakhoda operation sebuah rumah makan karya anak bangsa yang dibangun dengan semangat luhur Kolaborasi, Pemberdayaan dan Nasionalisme. Tentu saja Pak Sunu tidak sendirian menjadi Nakhkoda, karena JUARA menyediakan inkubator module mulai dari Operation, Marketing, Keuangan yang di support oleh mereka yang ahli di bidangnya masing masing, ada hampir sekitar 7 Badan Usaha berbentuk Perseroan Terbatas (PT) yang mendampingi Pak Sunu melakukan bisnis di AGJ Madiun.

Sebagai PL JUARA artinya Pak Sunu berada di Kuadran 2 dari Cashflow Quadrant Robert Kiyosaki, yaitu kuadran S (Self Employee). Teoritisnya orang yang berada di kuadran S adalah orang-orang yang bekerja mandiri atau lepas. Biasanya mereka adalah seorang profesional yang memiliki keahlian tertentu. Ciri khas dari self employed adalah dia jalankan sendiri, dia lakukan sendiri, dan pemasukan dia terima sendiri. Contoh self employed adalah seorang dokter praktek di klinik sendiri, pengacara yang membuka biro sendiri, tukang cukur rambut pinggir jalan, pedagang asongan, calo angkot, penulis lepas, dan lain-lain. Mereka mendapatkan uang atas jual jasa dan tenaga mereka sendiri secara personal. Tetapi mereka tidak akan mendapatkan penghasilan apabila tidak bekerja, misalnya dokter tidak praktek, pedagang rokok tidak ngasong, maka mereka tidak akan mendapatkan uang. Termasuk pengusaha kecil yang bisnisnya masih perlu kehadiran dirinya untuk terus beroperasi, atau mengelola bisnis orang lain (AGJ) seperti PL JUARA sebagai ACTIVE INCOME.
Self employed lebih bebas daripada employee, karena mereka menjadi majikan sekaligus bawahan sendiri, semua diatur dan ditangani sendiri. Dari segi penghasilan mereka tidak menerima gaji rutin sebagaimana employee, penghasilan mereka naik turun sebanding dengan usaha dan doa mereka sendiri. Seorang self employed bisa saja memiliki seorang asisten atau pekerja, seperti dokter dibantu resepsionis dan perawat, tetapi tetap, tanpa dokter bekerja, maka tidak akan mendapatkan penghasilan. Semakin keras usaha self employed, maka semakin besar penghasilan yang diperoleh, misalnya seorang dokter ingin menambah pemasukan dengan cara menambah jam buka praktek, selain dengan promosi.
*SELF EMPLOYEE  INVESTOR*
Sambil berjalannya bisnis AGJ Madiun tentunya Pak Sunu mendapatkan tambahan pendapatan yang dia peroleh dari bisnis lamanya SGPC dengan bisnis barunya AGJ Madiun. Karena mendapatkan lebih dari satu source income tentu saja pendapatan beliau sudah lebih tinggi dari kebutuhan hidupnya sehari-hari, bahkan dalam kategori lebih dari cukup. Selanjutnya team Komite JUARA melakukan kembali assestment magement keuangan keluarga, dan sampai pada kesimpulan bahwa Pak Sunu sudah harus mulai masuk ke kuadran selanjutnya yaitu sebagai Investor. Beliau diijinkan untuk mulai melakukan investasi secara saweran/urunmodal/patungan ke outlet yang akan beliau bangun lagi di Ponorogo (10% saham) dan Tulungagung (10% saham) atau bahkan di outlet lain yang dibangun oleh PL JUARA di kota lain dengan tujuan untuk mulai membangun Passive Income.
Nah apa sih definisi dari Investor??? Investor (penanam modal)
Investor adalah orang yang memperolah uang dari uangnya yang diputar. Penghasilan seorang investor juga tidak dipengaruhi oleh waktu kerja yang diberikan. Bahkan seorang investor bisa tidak bekerja sama sekali, dan uangnya yang bekerja untuk dia. Besar kecil pemasukan uang seorang investor ditentukan oleh pengetahuan dan keahlian dia dalam mengelola uang dan mendayagunakan uang yang dimilikinya agar menjadi lebih berguna dan menguntungkan. Investor bisa saja menginvestkan uangnya dalam bisnis riil atau dalam investasi finance. Contoh seorang investor adalah investor property, membeli rumah dan apartemen untuk dikontrakkan. Membeli saham dengan return dan pembagian dividend yang tinggi untuk dia, mengeluarkan uang investasi membuka ayam GEPREK JUARA, yang dikelola oleh teman, membayar sejumlah uang untuk membeli franchise, membeli mobil untuk direntalkan dengan cara dititipkan ke perusahaan rent, dan lain-lain. Investor hanya memiliki tiga kemungkinan, rugi, impas, atau untung. Semakin mahir dia memutar uangnya, maka semakin deras uang mengucur sebagai PASSIVE INCOME.

Sampai hari ini Juni 2019, Pak Sunu masih on the track mengikuti pola sukses JUARA, menjadi Self Employee as PL Juara sekaligus menjadi Investor JUARA di beberapa Outlet JUARA dengan metode Saweran/Patungan/Urunmodal. Untuk tahun kedua Pak Sunu mendapatkan kartu estafet JUARA membangun 3 sd 5 Outlet AGJ sebagai PL JUARA sekaligus Investor dengan target passive income investasi sebagai investor bisa memenuhi kebutuhan hidupnya. Sedangkan aktive incomenya sebagai PL JUARA tetap digunakan sebagai modal investasi mengenerate passive income. Godaan orang yang mendapatkan tambahan pendapatan adalah sengaja atau tidak sengaja terbawa nafsu menaikkan GAYA HIDUPnya, hal ini yang harus bisa di kontrol. Sebelum mencapai tahapan passive income yang cukup maka GAYA HIDUP tidak boleh naik dengan dibiayain oleh active income, gaya hidup harus dibiayain oleh passive income.Inilah kunci dasar kecerdasan finasial yang tidak diajarkan di bangku sekolah.

*SELF EMPLOYEE  INVESTOR  BISNIS OWNER*
Sejak bergabung di JUARA sebagai PL hampir 12 bulan dalam posisi Self Employee, sekarang ini Pak Sunu sudah mengelola 3 Outlet AGJ yaitu di Madiun, Ponorogo, Tulungagung. Sekaligus beliau juga menjadi bagian dari Investor JUARA di outlet yang beliau kelola dalam rangka mulai membangun passive incomenya sendiri. Sekarang mulai memasuki tahun ke 2, dan sesuai dengan JUARA JOURNEY, maka sudah saatnya Pak Sunu menentukan masa depannya dalam membangun pasive income yang lebih besar lagi. Yaitu menuju kuadran Bisnis Owner (B) sebagai pemilik brand sendiri/Pengibar Bendera/Pengelola Pusat JUARA, harus bisa mendevelop bisnis sendiri yang nantinya setelah bisnisnya tervalidasi seperti ayam GEPREK JUARA maka akan bisa masuk ke pipeline bisnis JUARA. Memiliki bisnis yang dikelola oleh PL JUARA dan dimodalin ramai ramai oleh Investor JUARA, sehingga Pak Sunu mendapatkan pasive income bagi hasil sebagai brand owner yang dia kelola sendiri outletnya ataupun outlet yang dikelola oleh PL JUARA di kota lain diseluruh Indonesia dan bahkan sekaligus sebagai investor di bisnisnya sendiri.
Ketika komite JUARA melakukan official assestment untuk menentukan Journey nya Pak Sunu, dengan menggali self assestmentnya maka Pak Sunu dan Istrinya memutuskan untuk menjadi Brand Owner/Pengibar Bendera/Pengelola Pusat dengan produk Rumah Makan Nasi Uduk sepert nasi uduk kebon kacang yang tersohor. Beliau sengaja tidak memilih mengembangkan SGPC karena secara evaluasi cukup penuh tantangan melakukan scale up di makanan olehan sayuran seperti nasi pecel. Tepat hari ini tanggal 10 Juni 2019, masih di bulan syawal, hari ke 5 lebaran 2019, Pak Sunu bersama istri tercinta telah menetapkan perjuangan ke arah baru perjalanan hidupnya dengan mencanangkan akan membuka RUMAH MAKAN NASI UDUK di JABODETABEKAR tepat tanggal 20 Mei 2020 dan apabila tervalidasi, bisa dikembangkan di seluruh dunia dalam pipeline bisnis Jaringan Usaha Amanah Ridho Allah berkolaborasi dengan PL JUARA lainnya. Pak Sunu sudah memulai dengan tujuan akhir, begin with your end of mind sebagai Bisnis Owner, untuk mendapatkan passive income.
Self Employee (S)  Investor (I)  Bisnis Owner (B).
Meraih Passive Income > Kebutuhan Hidup+Gaya Hidup.
Menuju Time & Financial Freedom dalam 5 Tahun.

Mohon doa restu dan support dari temen temen semua keluarga JUARA untuk bisa membantu secara aktif maupun doa. Semoga apa yang dicita citakan bisa tercapai menjadi ladang ibadah, ladang manfaat, ladang profit buat kita semua. 
Dan apa yang menjadi tujuan Panglima JUARA, Manusia 5 Kuadran untuk menjadi Collaborator dan Catalisator.Agar temen temen yang bergabung dengan JUARA baik Pengelola maupun Investor bisa Meraih Passive Income > Kebutuhan Hidup+Gaya Hidup maksimal 5 tahun.Lebih cepat 4x dari apa yang dijalani Panglima JUARA yang perlu waktu lebih dari 18tahun. Sukses itu pertemuan antara KEPANTASAN DIRI dengan KESEMPATAN, makna dari kepantasan diri adalah Mau dan Mampu mendevelop kompetensi diri dan ini tergantung pribadi masih masing untuk berani berubah dan tumbuh. JUARA yang akan menawarkan kesempatan. Sukses juga merupakan buah dari Ikhtiar, Doa dan Tawakal kita ke Allah sebagai Sang Maha Pencipta.

Salam JUARA
Panglima JUARA – Manusia 5 Kuadran

Share this: