Share this:

Hadirkan Orang Tua Dalam Langkah Bisnismu

Kenapa sih ayam GEPREK JUARA mengambil metode “uleg di depan pelanggan” dalam berinteraksi dengan pelanggan?? Setiap keputusan bisnis pastilah ada semangat, ada motivasi dan ada BIG WHY nya, karena setiap keputusan bisnis akan berimplementasi pada 2 hal. Yaitu UNTUNG atau RUGI, karena nanti pelangganlah yang akan menilai apakah keputusan kita sebagai seorang pebisnis akan cocok dengan selera pelanggan.

Perdebatan panjang penuh dengan argumentasi menyeruak di dalam diskusi malam itu ketika kita 16 founder akan memutuskan konsep resto AGJ yang akan kita delivered ke pelanggan. Salah satunya adalah CLOSED PROCESS atau OPEN PROCESS terutama dalam pembuatan sambel ke pelanggan kita. Ada yang memilih Closed ada yang memilih Open, tentunya semua dengan pertimbangan masing masing dan prediksi masing masing. Juga resiko resiko yang akan kita hadapi pada saat nanti sudah beroperasinya restoran AGJ. Dan tentunya semua founder ingin agar ladang ibadah, ladang manfaat, ladang cari profit melalui restoran AGJ ini akan terus Profit, Growth dan Sustain sampai akhir jaman. Jadi diskusi malam itu saya anggap sebagai sebuah diskusi untuk merencanakan masa depan kita.

Setelah beradu argumentasi antara kubu Open dan kubu Closed , lengkap dengan data data yang akurat maka kita mensepakati dipilihnya methode OPEN PROCESS RESTO : ULEG SAMBEL DI DEPAN PELANGGAN. Salah satu yang menjadi penguat metodhe ini adalah Kami AGJ ingin mengajak pelanggan ketika antri untuk diulegin sambel oleh crew AGJ, ingatannya akan melayang ke masa lalunya. Masa masa indah disaat ibunda atau ayahanda tercintanya membuatkan sambel untuk anak kesayangannya. Penuh dengan cinta kasih, penuh dengan semangat cinta luar biasa menyediakan yang terbaik buat anak anaknya. Sisi experience mengangkat nuansa masa lalu yang penuh kenangan yang ingin kami sampaikan ke pelanggan. Sisi hubungan antara anak manusia dengan orang tuanya, sisi cinta kasih yang paling mulia dan tulus yang ada di dunia, kasih anak sepanjang galah, kasih orang tua sepanjang jalan. Dengan open prosess ini AGJ berharap pelanggan merasa dekat dengan kenangan bersama orang tuanya, sehingga pelanggan juga merasa nyaman dan seneng berada di AGJ, mengobati sedikit kerinduan akan rumah halamannya. Jadinya kangen terus ama AGJ.

Hal inilah yang menjadi semangat dan pengingat buat semua stakeholder (Pelanggan, Investor, Pengelola, Karyawan) di AGJ, bahwa hubungan anak dan orang tua adalah hubungan yang paling spesial. Spirit spirit yang diajarkan nenek moyang maupun agama juga mengajarkan untuk anak selalu berbakti kepada orang tua. Ingat lho jaman dulu kami mau bikin sambel tapi ama ortu dilarang karena cabe itu pedas, nanti kami kepedasan, makanya ortu yang ulegin sambelnya. Nah setelah kita dewasa, kita harus bisa berbakti kepada orang tua kita, karena itu salah satu tugas sebagai seorang anak manusia.

Semoga dalam suasana mudik dan menjelang Idul Fitri ini, semua sobat JUARA berada di sisi orang tuanya masing masing dalam suasana penuh suka cita dan gembira. Ingat Ibu, Ingat AGJ, Enaknya Kebangetan !!!

Salam JUARA
Panglima JUARA – Manusia 5 Kuadran

Gambar : Ibunda Panglima JUARA yang selesai ngulegin sambel untuk Panglima

Share this: