Share this:

Tak terasa sudah hampir 19 tahun saya Panglima JUARA jauh dari kampung halaman sejak meninggalkan kota kelahiran saya Nganjuk, hijrah ke Jakarta untuk mencari nafkah di sebuah perusahaan multi nasional otomotiv sejak lulus kuliah Tehnik Mesin ITS Surabaya (2001), sampai akhirnya sekarang ini saya fokus ke usaha kuliner ayam GEPREK JUARA sejak 2017 yang sudah memiliki cabang 65 outlets seluruh dunia.

Sebagai orang perantauan salah satu yang menjadi ritual menjelang lebaran adalah MUDIK. Sebelum ke Jakarta saya tidak pernah menjalani ritual ini, tetapi sejak di Jakarta menjadi sebuah ritual yang di tunggu tunggu setiap tahunnya. Karena kita diberikan libur yang lumayan panjang saat lebaran dan bisa dipergunakan untuk mudik ke kampung halaman. Sejak 2001 sampai sekarang berbagai moda transportasi sudah pernah saya alami ketika mudik, kereta api, pesawat terbang, sepeda motor dan mobil, semua memiliki kekurangan dan kelebihan masing masing. Tapi nyaris sejak 2008 saya selalu menggunakan mobil sendiri, walaupun bermacet macet ria tetapi ritual mudik ini tetap kita nikmati sekeluarga. Dengan harapan kami sekeluarga akan ketemu dengan keluarga besar di kampung halaman dan orang tua, melepas kangen dan cerita termasuk juga ketemu dengan temen-temen lama yang dulu barengan menimba sekolah di SD, SMP, SMA, Kuliah. Inilah salah satu tujuannya, SILATURAHMI.

Mudik saya yang paling mahal adalah ketika saya berada di Jepang dalam penugasan di Toyota Motor Corporation di Toyota City-Japan, karena mudiknya mesti cuti selama seminggu dan itu tidak mudah mengajukannya, belum lagi harga tiket pesawatnya dari Nagoya ke Jakarta, terus Jakarta ke Surabaya, terus Surabaya by darat ke Nganjuk. Perlu waktu hampir 24 jam kalau dihitung dengan transit transitnya. Tetapi ketika sampai rumah , rasanya plonk sekali seperti ada beban berat yang terlepaskan.

Istilah mudik sendiri baru trend pada tahun 1970-an, dimana saat itu pembangunan ekonomi orde baru yang mulai jalan dan berpusat di Jakarta mengakibatkan banyak urbanisasi dari kampung ke Jakarta. Dan pada saat lebaran semua pekerja di Jakarta pada pulang ke kampungnya masing masing. Mudik merupakan sebuah tradisi yang dilakukan oleh perantau di berbagai daerah untuk kembali ke kampung halamannya. Mereka kembali ke kampung halamannya untuk berkumpul bersama dengan keluarga. Mudik menurut orang jawa berasal dari kata Mulih (pulang) Disik (duluan) yang artinya pulang dulu ya buat ketemu keluarga di kampung halaman setelah hampir 1 tahun melanglang buana merantau mencari nafkah di kota. Ada juga yang mlesetin istilah mudik dengan Mulih Udik (Kampung).
Nah akhir akhir ini saya malah ketemu singkatan MUDIK yang lebih bermeaning M=Menjalin, U=Ukhuwah (Persaudaraan) , D=Dalam, I=Ikatan, K=Keluarga, Menjalin Ukhuwah/Persaudaraan Dalam Ikatan Keluarga. Ya salah satu tujuan mudik adalah menjalin tali silaturahmi yang mungkin selama setahun inii semakin renggang karena banyaknya kesibukan di pekerjaan, jarangnya ketemu saudara baik keluarga inti maupun keluarga besar. Makanya pada kesempatan bahagia lebaran ini pada berbondong bondong untuk mudik ke kampung halaman merajut lagi kerinduan silaturahmi, agar semangat nya akan baru lagi, akan tercharge lagi dengan semangat yang baru setelah ketemu handai tauland di kampung halaman. Semakin bersemangat kembali ke perantauan untuk kembali berkarya mencari nafkah yang nanti tahun depan akan mudik lagi, demikian terus akan bergulir.

Demikian juga dengan keluarga besar ayam GEPREK JUARA yang hampir selama 12 bulan penuh melayani pelanggannya disemua outletnya, kami juga mohon ijin untuk diberikan waktu MUDIK kekampung halaman agar setelah mudik kami bisa mendapatkan semangat baru , semangat semakin lebih baik melayani semua pelanggan kaka kaka JUARA yang selama ini telah menjadi bagian dari kami semua. Tak lupa kami juga menyampaikan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1440H, Semoga Allah Menerima Semua Amal Ibadah Kita Semua sekaligus Kami Mohon Maaf Lahir dan Batin atas semua kesalahan yang pernah ada.

Selamat MUDIK buat teman teman semuanya, selamat mencurahkan kerinduan silaturahmi bersama keluarga dan handai tauland, semoga kembali lagi ke kota tempat mencari nafkah dengan semangat baru , semangat JUARA.

Salam JUARA
Panglima JUARA-Manusia 5 Kuadran

Share this: