Share this:

Ada semangat BERUBAH …Ada semangat TUMBUH ….Ada semangat PERCEPATAN

Ketika pertama kali kami menggoreskan pena sejarah dan mulai melakukan action terkait JUARA JOURNEY, yang ada di sini sangatlah kental tentang semangat Perubahan, Percepatan, dan Value Value. Bukan hanya masalah bisnis dan investasi , Jaringan Usaha Amanah Ridho Allah sebenarnya sangat memuat semangat Kolaborasi, Pemberdayaan, Nasionalisme dalam membangun pergerakan kebangkitan ekonomi kerakyatan nasional yang turut serta membangun pertumbuhan ekonomi nasional. Bukan hanya masalah profit atau laba rugi, tetapi ini menjadi ladang ibadah, ladang manfaat untuk semua stake holder yang terlibat dalam bahtera JUARA. Mulai dari investor yang memiliki modal, Pengelola Pusat sebagai brand owner yang memiliki keahlian bisnis, dan termasuk juga Pengelola Lokal yang memiliki waktu, tenaga, keahlian untuk menjalankan bisnis dan investasi, ke 3 nya saling ketergantungan menuju kemenangan bersama dengan menjunjung tinggi nilai nilai/value luhur bangsa Indonesia, Gotong Royong dan Tolong Menolong.

Tetapi kami sadar bahwa kami bukan konglomerat, yang punya banyak capital dan banyak resources yang dengan mudah membangun sebuah bisnis dan investasi berskala nasional dalam hitungan waktu. Tetapi keyakinan atas gotong royong dan tolong menolong sebagai nilai-nilai luhur bangsa dalam balutan semangat nasionalisme akan mampu mewujudkannya. Saling bertolong menolong yang kaya menolong yang belum cukup, yang punya ilmu menolong yang gak punya ilmu dalam satu wadah yang harus TERPERCAYA dan visi misi yang sama. Kolaborasi , Pemberdayaan dan Nasionalisme menjadi value dasar dari langkah dan strategy kita mewujudkan visi ONE CITY ONE JUARA. Satu lidi mudah dipatahkan & susah dipakai menyapu, dengan ratusan lidi menjadi kuat dan mudah dipakai sebagai sapu.

Bagaimana kami berstrategy untuk mewujudkan cita-cita mulia ini? Apa yang pernah disampaikan Einstein “Orang Gila adalah mereka yang melakukan sesuatu yang berulang dan sama setiap saat tetapi mengharapkan hasil yang berbeda”. Dengan resources yang ada kami harus membangun jaringan bisnis dan investasi sebagai sebuah satu gerakan kebangkitan ekonomi kerakyatan, less resources tapi big impact.Tantangan yang dihadapi JUARA adalah bagaimana caranya meng-alignkan semua unit/entitas bisnis di dalamnya agar proses bisnis berjalan efektif dan efisien namun tujuan JUARA sebagai sebuah korporasi (unit/entitas bisnis) tercapai yaitu Maximize Value of The Firm.

Value of the firm akan maximize kalau profit terus meningkat :

(P)rofit = (R)evenue – (C)ost

Dalam entitas bisnis selalu ada Revenue Centre dan Profit Center…

Beberapa perusahaan / entitas bisnis akan selalu memaksimalkan P dan meminimalkan C…

Salah satu upaya meminimize C adalah dengan mensentralilasi fungsi-fungsi services (Finance, HR, IT, Project Management, Procurement dll) dalam satu kelompok untuk memberikan dukungan kepada fungsi Operasional, sehingga fungsi / entitas bisnis operasional dapat fokus kepada core bisnisnya.

Shared Services Company adalah sebuah business unit yang terpisah yang diciptakan dalam sebuah korporasi, sebuah organisasi atau sebuah agen yang bertanggung jawab untuk memberikan pelayanan atau services kepada operating business unit dan fungsi – fungsi korporasi di perusahaan atau organisasi tersebut. Selain itu, Shared Service Company bisa juga berarti penyediaan sebuah service atau pelayanan oleh satu bagian dari sebuah organisasi atau grup di mana service tersebut sebelumnya sudah ada di dalam lebih dari satu bagian dari organisasi atau perusahaan tersebut.

Secara harafiahnya, Shared Service Company adalah sebuah service atau layanan yang di-share atau dibagi pemakaian atau penggunaannnya oleh beberapa ataupun semua bagian -bagian entitas di dalam sebuah perusahaan atau organisasi seperti yang dilakukan di JUARA. Implementasi Shared Service Organization menuntut adanya Service Level Agreement (SLA) dan Operational Level Agreement (OLA). Sehingga kedua hal tersebut menjamin kualitas dan kuantitas delivery dari Shared Service…

Ide utama dari shared service adalah “sharing” dalam sebuah organisasi atau group. Sharing ini secara fundamental dibutuhkan untuk memasukkan shared accountability atau akuntabilitas pembagian dari hasil oleh unit di mana pekerjaan yang dibagikan tersebut diboyong oleh sang provider (Shared Service Organization).

Dalam rangka mewujudkan MAXIMIZE VALUE OF THE FIRM dengan MINIMIZE RECOURCES maka dibangunlah beberapa vehicle sebagai Shared Service Company.Ada PT.PMU (Keuangan & Management), PT JDI (Marketing Digital & Offline), PT UM (Marketplace Investor & Pemilik Bisnis), PT.JAPRIN (Property), PT.SATU (Penyedia Bahan Baku), PT.AJI (Training Center & HR) yang di desain sebagai PT supporting yang akan mem-back up Operating Company (PT.AGJ, PT.Juri Ropi, PT.APU Pepes 33) dan PT PT lain yang akan dibentuk sebagai operating bisnis company. Sehingga operating company tidak perlu menyediakan SDM untuk menghandle kegiatan supporting dan fokus dalam kegiatan operationnya untuk menaikkan revenue.

Dalam case PT Juri ROPI yang dilead Mr. ROPI Reza hanya didampingi beberapa crew operasional. Sedang administrasi PT dihandle oleh PT PMU dimana PT PMU tentunya akan dapat fee dari PT Juri ROPI, masalah bahan baku di handle oleh PT.SATU.

Last but not least…organisasi follow strategi bukan sebaliknya…dan banyak opsi dalam strategi tergantung mau milih yang mana…tergantung juga visi, misi organisasi.

Salam JUARA
Panglima JUARA-Manusia 5 Kuadran

Share this: