Liputan Majalah Franchise Indonesia Edisi April 2018

Menjadi Juara Berkat Konsep Bisnis yang Unggulan

 

Ayam GEPREK JUARA meraih penghargaan sebagai salah satu Franchise Startup terbaik 2018. Kuncinya adalah memiliki produk dan konsep yang unggulan.

Sebagai Panglima Juara yang menahkodai Juara Group, payung bisnis yang melahirkan Ayam GEPREK JUARA, Agung Prasetyo Utomo atau yang akrab disapa Apu sangat surprise dan bersyukur karena tidak pernah menyangka, Ayam GEPREK JUARA bisa menjadi salah satu peraih Franchise Startup Awards 2018. Penghargaan ini pun dia persembahkan untuk super team JUARA GROUP yang selama ini bahu membahu merintis dan mengembangkan ayam GEPREK JUARA.

Ayam GEPREK JUARA merupakan salah satu merek dagang kuliner JUARA GROUP yang didirikan oleh beberapa founders JUARA, dimotori Agung Prasetyo merupakan leader pertama dari 16 founder. Outlet pertamanya berdiri pada 20 Mei 2017 yang bertepatan dengan hari Kebangkitan Nasional di Jl Penggilingan Raya No.49 Cakung, Jakarta Timur.

Saat ini outletnya sudah ada 19 cabang di Jabodetabek maupun Luar Jabodetabek dengan cabang terjauh di kota Kupang – NTT. “Kami mulai menawarkan peluang bisnis di bulan ke 3 kami berdiri, tepatnya di bulan Agustus 2017. Semangat Perluasan Pemberdayaan Masyarakat dan Nasionalisme menjadikan kami ingin banyak memberikan manfaat kepada seluruh masyarakat Indonesia di saat kami bisa berada di seluruh kota kabupaten yang ada di Indonesia,” ujar Apu.

Kunci kesukses Ayam GEPREK JUARA tak lepas dari konsep bisnisnya, yaitu berkembang dengan konsep Jamaah, Pemberdayaan dan Bagi Hasil. “Semua outlet yang berkembang kepemilikannya 80% dimiliki mitra yang berjumlah sekitar 105 orang sebagai investor, dan 20% lagi kepemilikannya dimiliki JUARA GROUP sebagai Pengelola dari ayam GEPREK JUARA. Skema kemitraan ini kami pilih untuk menghindari perasaan asimetri treatment di mitra kami,” tutur Apu.

Apu mengatakan, potensi bisnis ini pun menjanjikan karena pangsa pasar yang sangat luas dan terus berkembang. Berdasarkan data yang ada, masyarakat Indonesia mengkonsumsi olahan daging ayam sekitar 9kg/tahun/orang, sedangkan negara tetangga Malaysia sudah di angka 36kg/tahun/orang. “Sehingga secara potensi bisnis olahan daging ayam secara keseluruhan sungguh menjanjikan dengan potensi kenaikan 400% dari kondisi sekarang,” ungkapnya.

Ayam GEPREK JUARA menawarkan investasi untuk 1 outlet sekitar Rp 300 juta – Rp 400 juta dengan sewa ruko 2 atau 3 lantai selama 1 tahun termasuk peralatan, renovasi sipil dan elektrik. “Mitra ayam GEPREK JUARA bisa mendapatkan return of investment diatas 6.3%/bulan dari nilai investasi mitra sehingga ditargetkan 16 bulan BEP,” kata Apu.

Apu mengatakan, keberhasilan bisnis ini juga karena memiliki dua konsep dasar rumah makan yang diimplementasikan dengan baik. Pertama, Suasana Membuat Menarik, Rasa Membuat Balik. Kedua, sedikit Berbeda Lebih Baik, Daripada Sedikit Lebih Baik.

“Suasana rumah makan dengan nuansa nyaman kekinian dihiasi desain poster- poster menarik untuk existensi pelanggan di sosial media terutama Generasi Milenial. Selain nuansa yang nyaman, ayam GEPREK JUARA memberikan pengalaman kepada pelanggannya dengan mengusung konsep Open Kitchen melalui proses pembuatan sambel korek yang fresh diuleg di depan pelanggan,” bebernya.

Selain itu, kata Apu, varian menu yang disajikan cukup menarik, yakni Kaka JUARA, sajian ayam geprek fried chicken dengan berbagai pilihan sambal seperti Sambel dengan Sambel Korek/Sambel Ijo/Sambel Terasi/Mozarella. “Kami juga menyediakan tahu, tempe, gorengan khas, perkedel kentang, telur dadar, jamur crispy dan lain sebagainya. Ada juga kerabat ayam yaitu seperti bebek goreng, untuk yang hoby dengan bebek atau ayam goreng tanpa tepung,” bebernya.