Share this:

Pernah mensopiri gerobak? Insya Allah semua orang bisa, asalkan punya niat dan tenaga.Saya pernah melakukannya 8 tahun lalu dari rumah saya Jl.Kamboja Rawamangun ke jalanan Depan Tip Top Rawamangun untuk jualan Gerobakan Tahu Bakso TABATA.

Langsung action!Modal 5jtaan.Ilmu sederhana cuma nanya ama abang tahu sumedang depan Tip Top Rawamangun.

Kalau mensopiri mobil? Nggak semua orang bisa.Bahkan ada kursusnya, ada ijinnya harus punya SIM.Harus tahu rambu rambu lalu lintasnya.

Niat dan tenaga saja tidaklah memadai.Untuk mensopiri mobil.

Begitulah, Sekiranya ingin menangani sesuatu yang besar atau berpotensi besar, *harus ada ilmunya*. Action saja, nggak cukup.

Dalam bisnis kuliner, ringkasnya begini:
– Memulai, perlu keberanian.
– Membesarkan, perlu ilmu.

Perlu penjelasan?
– Ilmu membawa mobil, jelas-jelas jauh lebih mendalam dan lebih kompleks ketimbang ilmu mendorong gerobak. Betul?

– Ilmu memanagement manusia, jelas-jelas jauh lebih mendalam dan lebih kompleks ketimbang ilmu memotong sayur. Betul?

– Ilmu mengelola Kuliner yang memiliki banyak cabang jelas-jelas jauh lebih mendalam dan lebih kompleks ketimbang ilmu mengelola gerobak tahu bakso. Betul?

Demikianlah dalam bisnis kuliner. Perlu ilmu supaya benar-benar besar dan kuat.

Maka, sempatkan belajar. Cari ilmu. Baca buku. Ikut guru. Jangan pernah jemu.

Terus semangat ya….apalagi untuk menahkodai kapal sebesar *ayam GEPREK JUARA*

Saya harus terus mengupgrade terus investasi dari leher ke atas.

Balik ke kisah tahu bakso gerobakan: 
Itu kedua anak saya…suka nungguin ketika saya jualan sore hari.

Yang Kaos abu abu itu… salah satu adik asuh saya yang ikut saya sejak 2009… Seorang pemuda lulusan STM dari keluarga yang kurang mampu di kampung saya Nganjuk… yang pada saat ketemu saya di Jakarta… dia seorang anak yang sangat minder an…gak berani diajak ngobrol..pendiam…

Waktu itu 2009 saya barusan bangkrut…dari yang kemana mana petantang petenteng naik roda 4, Saya kemana mana naik motor.

Tetapi saya punya kewajiban dan janji ke orang tua dan kepala sekolahnya…saya punya Janji…Saya akan mendidik dia seperti saya mendidik adik saya sendiri.Dan semoga dia bisa menjadi orang yang sukses.

Tapi…saat itu saya sedang bangkrut… so what… yang bisa saya ajarin adalah merubah mindsetnya..merubah sikapnya. Merubah dari orang yang minder dan menjadi orang yang gak minder dan bisa berkomunikasi sebagai pedagang.

Saya jualan Tahu Bakso itu, salah satu backgroundnya adalah agar saya bisa memberikan dia dunia pembelajaran dan kuliah secara langsung di jalanan untuk berkomunikasi dengan pelanggan,sesama PkL,preman depan Tip Top.

Alhamdulilah..tahu bakso Grand Closing di bulan ke 6 dengan membukukan kerugian 12jt.. Tetapi…saya mendapatkan seorang Ahmad Mubarok yang berubah 180derajat.

Sekarang dia memegang bisnis ayam GEPREK JUARA dengan team-team management JUARA. Kalau kaka JUARA di Cabang Teratai Putih Perumnas Klender akan ketemu dengan Ahmad Mubarok.

Semoga ayam GEPREK JUARA bisa memberikan manfaat kepada semua pihak.

Salam JUARA

Share this: