Share this:

Assalamualaikum pak
Kenalkan saya Aji dari Bandung, dapet kontak Panglima JUARA dari Kang CCT (Temen JUARA) yg anak ITB. Niat saya sebenernya ingin belajar dari Panglima soal bisnis kuliner. Baru kontak bapak sekarang karena baru selesai bikin logonya hari ini. Kalau Panglima sedang buka kesempatan untuk saya belajar, atau Panglima butuh asisten saya mau pak.

Konsep bisnis kuliner saya adalah “homemade fast food for ur special event”. Seperti event event kejutan candlelight dinner di rumah. Untuk background saya bisa di cek di linkedin. Atau nnti bisa saya kirimkan resume saya. Kira-kira bisa ketemu dengan Panglima JUARA kapan?

Tiba tiba ada chat WA seperti diatas terbaca di layar gadget saya. Pertama kali yang saya tangkap, pastilah seorang anak muda yang luar biasa dan penuh dengan semangat yang tinggi. Seperti biasa, saya selalu minta beberapa dokument untuk lebih mengenal seseorang di situasi dunia digital seperti sekarang ini :
1. Curiculum Vitae.
2. Cerita diri mulai dari kecil sampai sekarang yang memuat Strenght, Weakness, Opportunity dan Threat sebanyak minimal 3 halaman A4.

Tak lebih 90 menit dia sudah mengirimkannya ke saya via aplikasi WA. Wouww…luar biasa nih anak..semangat 45 dalam benak saya. Kemudian saya lanjutkan, *menurut kamu permintaan kamu ke saya sebagai mentor adalah hal yang penting atau tidak?* tentu saja penting Pak..jawab dia di seberang sana..

Ya udah..sore ini aku tunggu di Markas Besar JUARA di Rawamangun, kita ketemuan. Kalau penting silahkan kopdar sama saya, kalau gak penting ya cukup lewat WA aja. Kebetulan hari ini 18 Fe 2019, saya dan team sedang opening ayam GEPREK JUARA Rawamangun dengan Promo Sahabat Perut Rp 10.000 prasmanan ayam geprek makan minum sepuasnya dari 18 sd 26 Feb 2019.

Tak saya sangka, jam 18.00 si mahasiswa ini sudah merapat ke Mabes JUARA, luar biasa nih semangatnya… kemudian prosedure biasa saya jalankan…melakukan interview dan mendalami masa lalu dia kenapa menstate dirinya gagal dalam berbisnis.

Saya kuliah di ITB
semester 12 bentar lagi DO. Kalau oktober 2019 ini gak lulus.
Tapi saya yakin juli ini saya wisuda karena tinggal tugas akhir. Dia cerita panjang lebar tentang aktivnya di kegiatan mahasiswa maupun kegiatan bisnisnya yang luar biasa..yang tentu saja buat saya yang waktu kuliah habya fokus kuliah agar cepat lulus..saya berpikir anak ini pasti luar biasa.

Kegiatan bisnisnya dia sebelumnya dia ceritakan dengan berapi api dan semangat tetapi gagal semua.
2.5tahun ninggalin kuliah.
Bicara meluap luap tentang banyaknya cita cita n mimpinya yang lumayan banyak nurut saya untuk anak muda seusia dia . Cerita dengan menggebu gebu tentang masa depan dia mengingatkan saya sendiri disaat saya masih baru lulus kuliah 18 tahun lalu.

Saya suruh sholat dulu aja biar adem dan saya suruh merenung membayangkan kedua orang tuannya sekarang lagi dimana, lagi ngapain, lagi berdoa apa.

Habis dia sholat dan merenung sekitar 15 menitan, baru saya ajak ngobrol sambil saya tatap matanya dalam dalam , saya sampaikan 3 hal :
1. Saring dulu mimpi kamu yang terlalu banyak karena saya percaya kalau kita ingin sukses kita mesti fokus dan mulai dengan tujuan akhir, caranya gini…
2. Datang ke orang tua kamu, minta maaf…minta restunya…jangan jangan orang tua kamu maunya kamu segera lulus kuliah..bukan nyari duit lewat bisnis..jangan jangan orang tua kamu penginnya kamu jadi PNS bukan pengusaha..makanya kamu usaha gagal mulu. Karena doa orang tua adalah tujuan akhir kamu
3. Tak ada usaha yang berhasil dan berkah tanpa ridho orang tua, dan saya hanya menerima murid, saya inkubasi anak anak muda yang mendapatkan surat tertulis bermaterai yang isinya, cita cita anak, doa orang tuanya sebagai tujuan akhir. Seperti mereka yang sekarang inkubasi di Apart Green Pramuka membuat bisnis urunmodal dan pendampingan usaha UMKM.

Eh…tak lama saya menyamlaikan 3 hal itu saya melihat dia sesenggukan dan mengeluarkan air mata, saya tidak tahu apa yang berkecamuk di hatinya.
Ilang suara yang menggebu gebu…kayak orang yang lagi orator didepan mimbar bebas saat saya kuliah dulu di ITS Surabaya.

Saya bilang..saya tetap membuka kesempatan kamu belajar ke saya..tetapi kamu lakukan hal diatas..dan minta persetujuan tertulis dari orang tua kamu.

Dengan pelan dia menjawab, saya dekat sekali dengan Ibunda saya, saya jadi merasa ada yang salah dengan keputusan keputusan saya. Saya minta ijin pulang ya Panglima…saya kerjakan dulu 3 hal diatas.

Sambil berjabat tangan, saya sampaikan. Tidak ada bisnis yang berhasil tanpa restu orangtua, apalah arti Panglima JUARA untuk mementori kamu tetapi kamu tidak dapat restu orang tua.

Yah…saya berprinsip..selama kita masih memiliki orang tua, langkah pertama kali adalah MOHONKAN DOA RESTU ORANG TUA, agar ikhtiar kita dan doa orang tua satu frekwensi.

Salam JUARA

Share this: