Share this:

Pertama kali saya mengenal computer adalah tahun 1990, saat itu saya masih smp dan melihat sebuah computer rasanya takjub banget. Tetapi saat itu saya belum mampu membelinya sendiri, melihat dan menyentuh keyboard pertama kalinya di rumah tetangga saya rasanya luar biasa. Tiap sore dijadwalkan sama tetangga saya untuk mainan komputernya dan mainan pertama kali yang kami mainkan adalah permainan DIGGER dan PACMAN. O iya, tetangga saya ini memiliki kakak yang kuliah di kedokteran UNAIR, jadi menurut mereka, emang sudah selayaknya kalau seorang mahasiswa memiliki sebuah computer untuk mengerjakan tugas tugas kuliahnya. Dari situlah timbul keinginan saya untuk bisa kuliah, agar segera bisa menjadi pantas memiliki computer. Setelah hampir 30 tahun ternyata dunia berubah sangat cepat, seangkatan saya yang layak memiliki computer saat itu adalah kalangan mahasiswa, jaman sekarang anak anak SD sudah diajarin tentang pelajaran computer. Bahkan tidak jarang mereka sudah dibelikan computer oleh orang tuanya di saat masih SD.

Hampir tiap sore kami berdua mainan DIGGER dan PACMAN di rumah tetangga saya, senangnya luar biasa. Bahkan tak jarang sampai disamperin oleh Alm Bapak saya disuruh pulang untuk mandi sore. O iya, orang tua saya selalu mewajibkan anaknya mandi pagi sebelum jam 6 dan mandi sore sebelum jam 17.00. Tentu saja Sebagai anak SMP saya tahunya hanyalah permainan, belum tahu sama sekali bagaimana computer bisa bermanfaat mengerjakan tugas tugas anak mahasiswa. Yang penting bisa mainan di computer seakan waktu demikian cepat berlalu.

Perkenalan kedua di computer adalah saat saya masuk ke SMA, dalam seminggu ada 1 jam pelajaran computer di sekolah saya. Tetapi diajarinnya bukan permainan hehe…jadinya kurang menarik buat saya…diajarinnya bagaimana membuat karya tulis, mengetik di computer kemudian mengeprintnya. Komputer saat itu lebih seperti pengganti mesin ketik. O iya sebelumnya setiap saya mengerjakan pekerjaan sekolah selalu menggunakan mesin ketik yang dimiliki eyang kakung saya, kalau gak salah mereknya BROTHER, karena eyang saya ketua RW maka saya sering juga diminta buatin undangan di mesin ketiknya itu kemudian di fotokopy dan disebarkan ke warga RW nya. Pengalaman luar biasa 3 generasi yang saya alami : MESIN KETIK, KOMPUTER JANGRIK, dan sekarang sudah ada macem macem Gadget maupun MacBook.

Nah, lulus SMA masuklah saya ke tehnik mesin ITS Surabaya tahun 1996, ternyata penggunaan computer disini sangatlah luar biasa membantu dalam mengerjakan tugas tugas daripada mesin ketik. Keunggulan computer adalah bisa COPY, PASTE, habis itu EDIT EDIT jadilah sebuah hasil karya baru. Dimana hal tersebut tidak bisa dilakukan di mesin ketik hahahaha… Makanya semua mahasiswa saya yakin lebih seneng mengerjakan di computer dari pada di mesin ketik. Saat kuliah kenalnya dalah computer 386, naik ke 486, terus naik ke Pentium 100, Pentium 133 dan sebagainya… Kenapa saya koq sampai ingat, karena jaman kuliah saya sempat jadi pedagang computer. Sering bawa computer dari Surabaya saya bawa ke Nganjuk untuk saya jual ke teman teman saya di Nganjuk. Bahkan saat itu agar murah harga belinya saya beli rakitan terus kemudian saya rakit sendiri dan instak OS sendiri.
Nah…karena saat itu tidak ada pilihan OS selain Windows selama hampir 25 tahun ini saya familiarnya hanyalah ke windows. Sampai akhirnya 3 bulan lalu saya memutuskan untuk pindah ke MackBook, salah satu tujuannya agar keliatan KEREN hahaha dan kalau traveling lebih ringan karena MckBook yang saya incar emang kecil banget dan ringan…tahu sendirilah katanya pengguna apple itu lebih keliatan keren daripada pengguna Windows…inilah kekuatan sebuah BRAND yang dibangun oleh APPLE daripada WINDOWS yang dibangun oleh MICROSOFT. Ternyata untuk bisa menggunakan macbook perjuangannya luar biasa, merubah kebiasaan adalah yang sangat sulit. Bahkan untuk menggerakan track pad, membuat folder, mencari explorer, bahkan buka tutup window ada perlu latihan, perlu ilmunya, perlu bahkan membiasakan diri.

Tidak mudah merubah kebiasaan yang dimulai 25 tahun lalu dalam sekejap, tetapi saya yakin bisa ala biasa. Perjuangan harus dilanjutkan, kalau jutaan orang bisa pakai Mack Book yang sudah terjual di seluruh dunia masak saya harus menyerah untuk membuatnya menjadi terbiasa. Haruslah dimulai dari niat yang kuat, pelajari ilmunya, perbanyak latihan dan jadikanlah kebiasaan, dan saya yakin akan bisa.

Demikian juga dalam berbisnis, yang paling susah itu adalah merubah mindset kita. Ketika kita sudah memiliki mindset mental block tidak bisa, pasti akan beneran tidak bisa. Nah…buat kamu yang ingin merasakan susahnya merubah kebiasaan, silahkan tanya ke mereka mereka yang sebelumnya pakai Windows teru berubah ke MackBook untuk pertama kalinya dulu. Jangan lihat sekarangnya ketika mereka sudah ahli, juga sama, jangan lihat temen kita yang sukses di saat dia sudah sukses, tetapi cari tahulah perjuangan dan pengorbanannya yang sebelumnya.

Akhirnya inilah tulisan pertama saya yang saya hasilkan dari Mac Book yang sudah 3 bulan lalu saya beli…luar biasa…selalu pertama kali itu akan terasa berbeda senengnya… so…buat kalian yang sedang bertransformasi, selalu mulailah dari MINDSET jadi TINDAKAN jadi KEBIASAAN jadi KARAKTER jadi DIRI KITA SEKARANG….semua selalu dimulai dari MINDSET…agar BISA ala BIASA.

Salam JUARA

Note : sambil prepare presentasi ke Bogasari di Priok buat persiapan pensiun karyawannya

Share this: