Share this:

Amalan berasal dari kata amal yang merupakan perwujudan dari sesuatu yang menjadi harapan jiwa. Bentuknya bisa berbagai rupa, baik berupa ucapan, perbuatan, maupun getaran hati yang dilaksanakan oleh pelakunya. Nilai suatu amalan berdasarkan pada niat si pelaku. Sebab, demikianlah Allah SWT menilainya, yakni amal dari niat seorang hamba. Ada tiga jenis amal, yaitu amal jariah, amal ibadah, dan amal saleh.

Pahala amal jariah tidak akan terputus walaupun pemberinya sudah meninggal, selama benda yang diamalkan tersebut masih memberikan manfaat bagi kepentingan umum. Hal ini sesuai sabda Rasulullah SAW, “Bila anak Adam meninggal dunia, terputuslah amalnya, kecuali tiga (hal): sedekah jariah, ilmu yang diambil manfaatnya, dan anak saleh yang mendoakan orang tuanya” (HR Muslim).Inilah passive income akherat buat pelakunya. Amal yang kedua, amal ibadah, berarti perbuatan pengabdian. Ibadah berasal dari kata abada yang berarti melayani, mengabdi, dan menyembah kepada Allah SWT.

Amal yang ketiga adalah amal saleh. Amal saleh meliputi semua perbuatan, lahir maupun batin, yang berakibat pada hal positif atau bermanfaat. amal shalih adalah perbuatan baik yang dapat membuat kebaikan dan dilakukan secara sengaja. Tantangan dalam mengerjakan amalan baik itu amal jariah, amal ibadah maupun amal saleh adalah terus menerus dan konsisten melakukannya. Karena pada dasarnya manusia memiliki rasa bosan yang bisa datang kapan saja, hanya mereka yang memiliki turning desire yang tinggilah yang bisa melakukannya secara konsisten.

Lebaran hari kedua, saya dan keluarga besar sengaja berlebaran di kota cirebon yang terkenal dengan kuliner kuliner lokalnya. Mulai dari empal gentong, nasi jamblang, nasi lengko, sate kalong dan tak kalah tenarnya yaitu tahu gejrot. Kota Cirebon yang ada di pesisir pantau utara juga kaya dengan produk kelautannya seperti ikan asin dan terasi yang terkenal istimewa. Jadi apa nih hubungannya amalan dengan kota Cirebon????

Keluar pintu tol plumbon saya tidak langsung menuju ke hotel, tetapi menuju ke rumah makan yang terkenal dengan makanan khas cirebon, dan ternyata emang luar biasa. Rumah makan tersebut sangat ramai dengan parkiran mobil yang sudah penuh dan saya terpaksa harus parkir sampai 600m dari lokasi dan jalan kaki ke rumah makannya. Karena keinginan untuk merasakan nikmatnya kuliner khas Cirebon, tetap dengan semangat kita sekeluarga menuju ke lokasi.

Antrinya luar biasa kiri kanan depan belakang bahkan saya sampai kena antrian diluar warungnya yang luas bangunannya kira kira 300m2, mengular meliuk liuk. Tetapi karena prasmanan menu yang sudah ready to eat antrian yang mengular cukup di tempuh selama 30 menit, tidak terlalu lama tetapi malah mengasyikkan dan experience yang luar biasa seru. Mirip mirip dengan antrinya di ayam GEPREK JUARA kalau pas lagi jam makan siang atau makan malam.

Setiap ada kuliner yang ramai dan antri, dalam benak saya selalu berusaha menebak nebak, kira kira si ownernya punya amal saleh apa yang membuat rumah makannya ramai dikunjungi pelanggan. Banyak yang bilang temen temen saya orang asli Cirebon mengatakan kalau makanan di rumah makan ini kurang begitu otentik nasi jamblang asli Cirebon. Tetapi dengan mengularnya antrian, membuktikan bahwa produk dia diterima oleh pelanggannya, sampai rela berpanas panasan antri.

Dan akhirnya penasaran saya terjawab di malam harinya ketika saya ngobrol dengan Calon Pengelola Lokal ayam GEPREK JUARA-Cirebon yang orang asli Cirebon dan pernah bekerja sebagai Manager Restoran Hotel Aston Cirebon. Calon PL AGJ Cirebon ini pernah kerja di Madinah selama 9 tahun di sebuah resto fast food yang sudah mendunia dari USA.

Beliau bercerita kalau 2 tahun lalu ada tamu tamu dari Saudi Arabia di hotel Aston yang minta diantarin kuliner asli Cirebon. Dan kemudian sama beliau diajaklah ke rumah makan ini, ketika melihat ramainya rumah makan ini, tamu dari Saudi itu sampai bilang: “Apakah ini pembagian makanan GRATIS??Koq ramai sekali sampai orang rela antri”.

“Setelah makan saya tolong dibawa ke pemilik rumah makan ini, saya ingin bertanya sesuatu.”ujar si tamu. Akhirnya diajaklah tamunya ketemu sama owner rumah makan ini, dan si tamu bertanya singkat “Apa amal saleh yang Ibu yakini dan kerjakan konsisten sehingga rumah makan Ibu ramai sekali?”.

Dengan tersenyum si Ibu tadi menjawab, “Sejak saya buka rumah makan mulai dari kaki lima sampai sekarang seperti ini, setiap kali selesai masak dan masakan matang, saya selalu ambil 10 bungkus yang terbaik dan saya bagikan ke tetangga tetangga saya, karena merekalah yang pertama kali mencium bau masakan saya”. Masya Allah, bisa jadi karena amalan saleh inilah rumah makan si Ibu ini ramai terus, karena beliau konsisten menjalaninya dengan ikhlas, mempersembahkan yang terbaik buat tetangganya. Dan bisa jadi doa doa tetanggalah yang dikabulkan dan membuat rumah makannya ramai tanpa putus.

So, sebagai seorang pengusaha …kita punya amal saleh apa yang konsisten kita lakukan?

Salam JUARA-Panglima JUARA
Manusia 5 Kuadran

Share this: