Part 05 : Pelajaran Kepala Stasiun Gubeng

*Doa saya habis subuh ini, semoga saya dipertemukan lagi dengan Kepala Stasiun yang baik hati itu, yang telah mengajarkan kepada saya, tentang Problem Solving yang Membuat Menang Semua Orang, kontak Panglima JUARA 08121055458*

Allah mudahkan jalankoe!!!Aku tak hebat....Kalimat diatas lewat di depanku pas lagi terik teriknya matahari tanggal 1 April 2018 ketika hari ulang tahunku di ruas toll Jakarta Cikampek. Hari itu genap usiaku kepala 4, usia yang menurut banyak orang, *LIFE BEGIN AT FORTY*. Kalimat itu mengingatkan ku akan perjalanan hidupku terutama dalam pekerjaan dan usaha yang selama ini aku tekuni.Termasuk bagaimana perjuangankoe untuk menyelesaikan kuliah aku.

Dimulai ketika lulus kuliah Tehnik Mesin ITS Surabaya tahun 2001, tempat aku menimba ilmu sejak 1996. Kampus perjuangan yang penuh dengan kenangan dan penuh harapan, impian,cita cita, tempatku berazam pertama kalinya : *Saya Bosan Miskin, Saya Gak Mau Hidup Susah, Saya Ingin Kaya, Saya Ingin Bantu Orang*.

Potret seorang mahasiswa yang berangkat dari kost an ke kampus dengan naik sepeda pancal warisan dari kakek aku. Bahkan sepeda itupun turun temurun, dari Kakek, ke Kakak 1 saya, terus karena kakak 1 ke saya karena sudah tidak dipakai sekolah lagi.

Selama 4 tahun kuliah, jalur kereta Surabaya Nganjuk menjadi jalur setiap minggu yang aku lewati. Tetapi waktu itu meskipun miskin tapi kereta jenis apa saja mulai dari kelas ekonomi yang bangkunya keras, sampai kelas eksekutif yang bangkunya reclining bisa aku naiki. Setiap kali duduk di bangku kelas eksekutif yang empuk dan nyaman, aku selalu berangan angan, *Suatu saat nanti aku harus selalu naik kereta eksekutif ini kalau bepergian*. Tiap jumat sabtu minggu saya pulang pergi Nganjuk Surabaya biar bisa berhemat selama 3 hari paling tidak hemat uang makan karena makan dirumah.

O iya, tiap jumat aku pulang ke Nganjuk lewat stasiun gubeng naik kereta. Waktu itu masih banyak penumpang gelap yang numpang di kereta makan, dan akulah salah satunya. Cukup siapin uang ribuan bayar peron sudah bisa naik kereta meskipun kucing kucingan dengan petugas stasiun.Karena kalau kereta sudah jalan sudah tidak ada masalah, andaikata ketahuan sama Pak Kondektur paling banter di turunkan di stasiun terdekat sambil nunjukin kartu mahasiswa dan bikin surat pernyataan. Dan stasiun terdekat adalah Kertosono atau Nganjuk yang gak lain emang kota tujuan aku karena kota pemeriksaan karcis biasanya setelah lewat Mojokerto Jombang.

Disinilah saya belajar *risk management* pertama kalinya, karena saya tahu tidak akan dipidanakan maka saya berani naik kereta tanpa bayar dan andai diturunkan, ya diturunkan di kota tujuan aku. Paling banter diminta bikin surat pernyataan di kantor kepala stasiun, dan disuruh pulang apalagi kalau saya di geledah paling yang ditemukan uang receh dan kartu mahasiswa.

Pernah suatu subuh habis naik KA dari stasiun Nganjuk arah surabaya, aku ketangkap sama kondekturnya kereta dan di bawa ke stasiun gubeng, karena saya naik tanpa beli karcis dari stasiun Nganjuk dan kebetulan waktu itu sambil bawa tas ransel yang berat.Kereta eksekutif lagi yang aku naikin, pas dia nurunin penumpang di stasiun Nganjuk.

Disuruhlah saya nunggu di kereta makan, dan sampai di stasiun gubeng, aku ditenteng sama Pak Kondektur ke Ruangan Kantor Kepala Stasiun, kondekturnya waktu itu berbadan tinggi besar dan berkumis tebal kayak Polisi di film film India yang ada di TV. *kamu bisa bayar karcis dengan dendanya gak?*… saya cuma bisa jawab *Mohon maaf Pak, saya tidak bisa*…. *Kalau tidak bisa kenapa kamu naik kereta, kamu kan tahu itu tidak boleh dan melanggar aturan.

Keluarkan isi kantong kamu…hardiknya… dan ditemukanlah kartu mahasiswa dan uang 5.000.

*Kamu kuliah dimana?* … *Saya semester 5 di Tehnik Mesin ITS* … *Saya akan lapor ke universitas kamu karena kejadian ini*…
*Bagaimana nasib bangsa ini ke depan kalau mahasiswanya suka melanggar hukum* ujar ketus sang kondektur ke aku.

Ketika saya tahu saya salah, sudah sewajarnya saya di hukum, jadi aku ikutin saja proses dari Bapak Kondektur yang sedang menjalankan tugas ini.

*Apa yang kamu bawa di tas rangsel kamu, sini itu buat bayar tiket termasuk dendanya*… ujar dia galak ke saya dengan intonasi makin tinggi…. Aku cuma bisa bilang lirih… *Jangan Pak, ini amanah orang tua dan modal hidup saya untuk 1 bulan kedepan*…… kemudian dia minta di serahkan tas rangselnya ke beliau di hadapan beliau dan beliau bukalah tas rangsel aku.

Dikeluarkanlah bungkusan tas kresek warna hitam sebanyak 3 bungkus. Ditaruhlah di atas meja jati dihadapan kepala kantor yang lebar dan keliatan kokoh.
Kepala kantor cuma mengamati anak buahnya menginterogasi aku. Dengan kumis tebal sang Kondektur tentunya membuat aku sedikit jiper…Aku mikir baru kali ini nih kena batunya.

Kepala Kantor menggeser 3 bungkusan hitam itu dan membukanya perlahan sambil aku mendengarkan ceramah pagi itu dari Bapak Kondektur. Setelah membuka, ternyata di tutupnya lagi rapat rapat dan diikat dengan kenceng.

*Pak Kondektur, saya akan bicara dengan adik ini, bisa tinggalkan kami dulu.Agar saya bisa menghukumnya dan biar dia tidak mengulanginya lagi*

Siap Pak, melangkahlah keluar ruangan si Bapak Kondektur yang galaknya minta ampun.

*Adik, saya juga punya anak yang sedang sekolah universitas. Adik tahu kan kalau naik kereta api tanpa beli tiket itu melanggar aturan. Dan merugikan PJKA*.(waktu itu namanya masih PJKA belum PT KAI).*Saya selalu berpesan ke anak saya untuk selalu ikut aturan*
*Kali ini Bapak akan hukum kamu*

Waduh…mampus batinku… kena nih aku hukuman dari Kepala Stasiun. Menjadi mahasiswa tehnik itu BERAT, ujar beliau ke aku. Karena ternyata anak beliau juga kuliah di fakultas tehnik. Terus beliau bertanya *Yang ada di bungkusan kresek 3 itu apa dik?*

Aku jawab, itu beras Pak… beras jatah PNS dari negara ke bapak saya yang PNS dan kebetulan untuk hidup saya di Surabaya, saya harus masak sendiri dengan beras itu agar bisa terus kuliah.Tiap habis pembagian saya mesti pulang dan ambil beras itu Pak. Kalau Bapak mau menyita beras itu untuk ganti pembayaran tiket. Terus terang saya bingung kedepannya akan makan apa.

Ternyata Bapak Kepala Kantor memutuskan berbeda dari perkiraan saya.
1. Kamu bawa pulang beras kamu ke kost kamu.
2. Ini saya ada kartu nama, silahkan kamu pakai untuk naik kereta dengan gratis. Tetapi kalau sudah selesai kuliah, jangan lagi naik kereta gratis.
3. Jangan suka melanggar hukum kedepannya, setiap aturan yang di buat oleh pemerintah harus kamu taati.
4. Ini kamu tanda tangani surat pernyataan bersalah dan tidak mengulangi lagi.
5. Ini juga kwitansi bukti pembayaran tiket dan denda sudah saya tanda tangani, sejumlah puluhan ribu waktu itu.

Setelah itu, dipanggillah Bapak Kondektur yang galak itu, dan dijelaskan oleh Bapak Kepala Kantor kalau aku sudah membayar tiket dan dendanya. Ditunjukkan kwitansi pembayaran yang dia tanda tangani, dan saya pulanglah ke kost an dengan pikiran yang berputar kencang. Mengenai kejadian tadi.Begitu baiknya itu Bapak padahal tidak kenal saya.
Suatu saat kalau saya memiliki kekuasaan atau kekuatan, saya akan tiru apa yang dilakukan Kepala Kantor.

Sejak saat itu saya bisa dengan tenang naik kereta dari Nganjuk Surabaya atau sebaliknya berbekal kartu nama yang diberikan oleh Kepala
Stasiun.Dan secepatnya lulus ITS dengan menyandang predikat Lulusan Terbaik Tehnik Mesin yang langsung diterima bekerja di PT Toyota Astra Motor tanpa test langsung masuk kerja di bulan Mei 2001.

Allah lah yang memudahkan Jalankoe…Bukan Aku Yang Hebat…. Ungkapan itu bener sekali terjadi kepada diriku.

UPDATE 7 APRIL 2018, 09:40

Ini tulisan temen satu kost saya Oniawan :
Mas Agung, tentunya ingetttttt. Nasib kita wkt itu sama2 anak PNS, yang setiap pulang selalu bawa beras, bumbu pecel, kecap dan terasi buat nyambung hidup.

Sekarang impian sampeyan terwujud menjadi orang sukses, kaya, dan mampu membantu orang banyak.

Bukan kita yang hebat, tapi Allah lah yg memudahkan jalan sampeyan. Allah memudahkan jalan karena sampeyan selalu memudahkan jln orang lain.

Bersiaplah pada kesuksesan ketika kita berusaha sungguh2, dan tetap bersabar, karena bersabarlah akan membuat kita beruntung. Tapi bersiaplah pada kegagalan kalau kita mudah putus asa, dan tidak sunguh2 dengan apa yg kita kerjakan.

Sukses terus Panglima Juara, terus berkarya, dan membantu orang lain. Semoga ane dapat mengikuti jejak sampeyan…aamiin…🙏🏻👍

UPDATE 7 APRIL 2018, 10:00
Ayam Geprek Juara terenak

      UPDATE 7 APRIL 2018, 10:30

Panglima JUARA
www.ayamgeprekjuara.com