Share this:

Dalam perkembangannya selama 10 tahun membangun bisnis JUARA : Jaringan Usaha Amanah Ridho Allah dengan core kompetensi JARINGAN/NETWORKING Yang dimulai dengan membangun investasi urunmodal/saweran/patungan/ramai ramai di minimaret sebagai franchisee yang mencapai ratusan toko dengan konsep berjamaah.

Satu toko minimaret bisa dimiliki lebih dari 20 orang menggunakan badan hukum CV atau PT. Karena memang secara persyaratan sebagai franchisee disarankan menggunakan badan hukum karena minimart secara perpajakan adalah PKP (Memungut PPN 10%) sekaligus untuk tax planing perpajakan terkait PPH.

Mulai tahun 2009 JUARA Group mengembangkan investasi berjamaah di minimart dan property. Karena target kita menjadi franchisee minimart adalah bisa membeli propertynya secara berjamaah agar terjamin kelangsungan investasinya. Apalagi sekarang dengan biaya Grand Opening yang semakin tinggi maka kekuatan jamaah ini menjadi salah satu way out dalam berinvestasi. Kamipun masih terus melakukan Grand Opening berjamaah di Minimart melalui Jaringan Usaha Amanah Ridho Allah yang di inisiasi melalui urunmodal dot com.

Sejak tahun 2017, Dewan Pembina dan Komite Pengembangan Bisnis Juara memutuskan untuk mulai masuk di bisnis investasi Kuliner dan Property. Kalau sebelumnya bisnis investasi minimart untuk membeli propertynya. Sejak 2017 memiliki action plan bidang kuliner untuk membeli propertynya. Hal ini di dorong karena di bidang investasi minimart sejak tahun 2015 sampai sekarang mengalami penurunan profit yang lumayan signifikan, exspansi minimart semakin tertahan karena masalah perijinan yang moratorium, termasuk juga pembelian property untuk minimart yang semakin mahal dan secara hitungan investasi semakin lama Return of Investment mencapai BEP.

Menginjak tahun 2017 team development bisnis JUARA merilis rencana pengembangan bisnis jaringan kuliner dan property dengan strategy Kolaborasi, Pemberdayaan, dan Nasionalisme.
Dalam rangka menghadirkan secara masive brand Juara Kuliner maka di perlukan sebuah produc kuliner yang mudah prosesnya untuk dikelola dalam sebuah bisnis kuliner dan produk yang terbukti di sukai masyarakat. Maka diluncurkanlah brand ayam Geprek Juara tepat di tanggal 20 Mei 2017 bersamaan dengan peringatan hari Kebangkitan Nasional.

Konsep kolaborasinya adalah melibatkan banyak investor dan banyak pengelola sehingga kuliner juara ibaratkan membangun jaringan bisnis kuliner seluruh nasional. Ada pihak yang berpatungan/urunmodal/saweran menyedikan permodalan yang sifatnya equity disebut investor. Kalau di franchise minimart tidak pernah lebih dari 50investor. Maka dalam bisnis kuliner ini dibuat lebih dari 50investor sampai menjadi 200an investor untuk 1 project outlet ayam Geprek Juara.

Selain investor yang berjamaah, bisnis kuliner JUARA juga dikelola secara berjamaah baik itu pengelola management maupun pengelola lapangan operational.

Pemberdayaan, maknanya adalah para investor juara akan memberikan permodalan secara akad bagi hasil kepada pengelola pusat dan pengelola lokal juara dimana tidak ada yang namanya agunan, cicilan, bunga, denda, bahkan sita menyita. Murni dilandasi dengan semangat ingin tumbuh dan berkembang membangun pergerakan kebangkitan ekonomi kerakyatan untuk pertumbuhan inklusi investasi maupun bisnis. Akad bagi hasil ini salah satu point utamanya adalah Investor akan menanggung 100% kerugian financial yang disebabkan karena resiko bisnis, bukan karena tindakan kriminal yang dilakukan pengelola. Dalam perkembangan selama 24 bulan ini restoran ayam Geprek Juara telah berhasil membuat outlet sebanyak 62 outlet, mulai dari Jabodetabek, Kupang, Sulawesi, Kalimantan,Bali, Sumatera, dan Batam yang akan terus bertambah lagi untuk mengisi semua kota kabupaten yang ada di Indonesia sekitar 500an Kota. Hampir 26 kota telah dihadirkan AGJ, dengan 33 Pengelola Lokal Juara dan 3 Pengelola Pusat Juara (Brand Owner=Pengibar Bendera). Juara akan terus bertumbuh membangun jaringan yang masive untuk menguatkan sendi sendi perekonomian bangsa dengan pemberdayaannya.

Nasionalisme menjadi pondasi bersama dalam membangun kerangka jaringan bisnis dan investasi di Juara. Semangat satu nusa , satu bangsa, satu bahasa akan selalu digelorakan kepada seluruh insan bumi pertiwi. Kami di Juara mengajak segenap masyarakat Indonesia untuk menikmati kuliner produk anak bangsa bermerek nasional yang tanpa membayar royalty. Daripada menikmati kuliner merek asing yang berbayar royalty menggunakan mata uang asing disetorkan kepada brand owner di luar negeri sana. Dengan tagline, Gigitanmu Melemahkan Rupiah!!!.

Dengan jaringan yang terus bertumbuh di provinsi provinsi di seluruh Indonesia baik itu investor maupun pengelol lokal Juara. Maka kami selaku dewan pembina Juara mengajak saudara saudara sebangsa dan setanah air untuk maju bersama Juara Group mengembangkan brand kuliner asli Indonesia menggunakan pipeline jaringan Juara. Telah hadir ribuan investor di juara, telah hadir puluhan pengelola Lokal Juara, masih diperlukan Pengelola Pusat/Brand Owner/Pengibar Bendera Juara untuk menegakkan panji panji kuliner merek asli Indonesia.

Siapa saja yang bisa mengajukan diri sebagai pengibar bendera Juara :
1. Pria/Wanita yang sudah memiliki usaha kuliner tetapi belum bisa berkembang secara nasional.
2. Anak anak muda yang cinta dunia kuliner tetapi belum memiliki merek yang ingin menjadi pengusaha kuliner. Maka team development bisnis Juara akan mencarikan product dan merek yang sesuai dengan anak muda ini.
3. Bersedia mengikuti fit dan proper test yang dilakukan oleh team seleksi Juara.
4. Amanah, Jujur, Fokus dan Tanggung Jawab menjadi integritas dirinya dalam turut serta membangun bangsa dan negara dalam semangat Kolaborasi, Pemberdayaan, Nasionalisme.

Bagi sobat Juara yang tertarik dengan program Pengibar Bendera Juara silahkan menghubungi @Panglima Juara di 08121055458.

Bersatu Kita Teguh Bercerai Kita Runtuh.

Share this: