Share this:

*LOYAL KEMANA PELANGGANMU???*

Loyalitas itu bisa dipaksakan, loyalitas bisa karena puas banget. Dan puas banget ini bisa karena tersentuhnya kegelisahan dan hasrat yang belum tersalurkan. Customer anxiety dan desire, mungkin ayam geprek juara salah satunya. Selama ini customer ingin makanan enak, murah, prasmanan, banyak dan tempatnya keren tetapi bisa hadir hampir di seluruh kota besar yang ada di Indonesia. Makanya ketika launching ayam GEPREK JUARA langsung boooommm, tak perlu lama langsung hadir dengan 80 an outlets dan terus bertambah lagi jumlah outletnya. Tetapi masalah kepuasan ini seperti arah angin… bisa berubah dengan cepat. Ketika ada new sensasional offering dari pemain baru, maka customer akan merapat ke yang baru.

Masalah umum di kuliner adalah sebuah bisnis yang entry barriernya sangat rendah. Begitu mudahnya inovasi baru lahir dan begitu mudahnya pemain baru masuk. Jadi kalau bekalnya Cuma keunikan produk, maka life cyclenya pasti pendek. Makanya banyak orang akan memindahkan dari keunikan product ke platform differentiation. Apa itu?? Platform adalah bussiness model, organisasi, kapitalisasi dan sistem yang kokoh. Naikin scaleabilitynya sehingga tidak mudah di tiru. Bisnisnya emang cuma ayam geprek, namun skalanya besar dan sulit pemain baru menyamainya. Ingat lho ya, marketing dan bisnis adalah ilmu sosial, tidak ada namanya bener salah. Karena ilmu sosial selalu berubah mengikuti perubahan yang ada di masyrakat yang semakin lama semakin terconected dan majemuk di era VUCA dan Disruption ini.

Buku buku yang baru kita beli dan kita lahap bisa jadi ketinggalan jaman, bisa jadi gak relevan lagi dengan kondisi yang ada dan harus terus di upgrade. Bisnis bisnis kuliner yang pada awalnya dikenalkan dan booming, secepat kilat tumbuh kemudian mengalami maturity dan berlahan lahan decline. Hanya inovasi dan creativity dari pebisnisnya yang akan menaikkan lagi pertumbuhannya, dan itu salah satunya bisa dilakukan dengan bisnis model dan infrastructure yang kuat. Melalui hal hal yang di luar pada umumnya orang melakukannya. Seperti kepemilikan bersama dalam 1 outlet AGJ yang dimiliki ratusan orang, memberikan kesempatan yang tidak pernah ada sebelumnya, sebagai owner sekaligus sebagai marketing. Ternyata juga mampu menjadi moral kontrol yang luar biasa kepada semua insan bisnis yang berada didalamnya untuk menuju Sustain, Profit dan Growth.

Selama ini kebanyakan kita bermain di platform model bisnis yang lama, 1 outlet dimiliki 1 orang dikelola 1 orang, itu semua adalah pilihan.Tetapi ayam Geprek Juara telah merubah dan membuktikan selama 2 tahun ini, bahwa kolaborasi itu lebih cepat. Mana yang bisa bertahan di jamannya itulah yang akan jadi pemenang, tetapi memang hanya waktu yang bisa membuktikannya. Sharing…kata kuncinya adalah sharing… Sharing ekonomi, sharing capital, sharing informasi termasuk juga sharing skill, knowledge.

Apalagi di era sekarang ini , marketing adalah people to people dan by data. Mereka yang membina relationship maka akan memiliki jaringan yang luas, dengan jaringan yang luas maka networking akan terbangun menjadi sebuah kolaborasi yang susah ditiru, karena juga susah untuk diurai. Kekuatan value value dalam komunity nyalah yang akan menjadi pondasi dalam tumbuhnya sebuah bisnis JUARA = Jaringan Usaha Amanah Ridho Allah. Apalagi bisnis retail di dunia kuliner yang penuh dengan storming ini dan ketidakpastian.

Faktanya networking saja juga belum cukup, perlu adanya sebuah system yang akan terus melakukan penguatan engagement semua stake holder yang ada yaitu transparansi dan real time monitoring. Infrastructure itulah yang dinamakan management tata kelola yang menjadi intangible aset sebuah bisnis, harus dibangun, harus memiliki value, harus menumbuhkan culture yang positif bagi semua orang yang terlibat didalamnya.Sehingga ketika ada storming akan bisa menjaga dan kembali tumbuh dan membesar.

Kembali ke customer, customer jaman sekarang makin rasional, mereka bisa menimbang berapa nilai sebuah merek dan berapa manfaat nilai fungsionalnya. Lihat aja, setiap kali ada promo promo yang sifatnya memotong harga normal dengan memberikan diskon diskont yang fantastis akan menarik jumlah pembelian customer. Demikian juga di Ayam Geprek Juara disaat melakukan promo promo yang bekerjasama dengan Gofood dan GrabFood, peningkatan penjualan menjadi luar biasa. Tetapi bagaimana setelah masa promo itu lewat?? Apakah penjualannya akan terus naik?? Data data itulah akan terus dilakukan analisa di system juara, memahami customer maknanya adalah memahami data, sehingga akan mengetahui secara jelas kapan mengambil tindakan yang sesuai based on data.

Era pelanggan gaya tapi bodoh (Snob Buyer) sudah berakhir dan berganti menjadi Smart Buyer, mereka ngerti brand, mereka ngerti value. Kalau gak nyambung mereka gak akan mau beli, apalagi spare uang untuk hal yang mereka gak ngerti. Snob buyer kebanyakan hadir dikalangan baby boomer dan gen X, tetapi generasi milenial kebanyakan masuk pada area Smart Buyer dan milenial ini jumlahnya makin terus bertambah menjadi pelanggan mayoritas. Salah satu ciri generasi milineal adalah generasi comparison, mereka dengan keahliannya bisa dengan mudah melakukan comparison , baru kemudian decide untuk membeli. Tetapi kalau Snob Buyer, gak perlu comparison, suka langsung beli. Gak peduli harga yang penting gengsi.

Meskipun ada juga generasi milenial juga kedapatan melakukan pansos, atau panjat sosial. Karena ingin keliatan exist di media sosialnya, salah satu hasrat atau desire yang wajib dipenuhi oleh pebisnis kuliner. Seperti yang dilakukan oleh AGJ, membuat kotak nasi box cantik yang kalau dibuka akan terpampang jelas gambar Panglima JUARA dengan senyumnya yang merekah mengingatkan Cuci Tangan Dan Berdoa Sebelum Makan. Fakta menunjukkan secara data mengalami kenaikan interaksi di media sosial baik itu IG, Youtube, Facebook, Twitter termasuk texting messenger. Karena ayam geprek juara ingin menghadirkan kebersamaan untuk pelanggan setia mereka.

Dalam marketing, Content is Only Basic, tetapi Context is The Winning Formula. Apa itu context?? Service, Kecepatan, Experience, Viral, memenuhi hasrat dan keinginan customer yang sebelum sebelumnya belum terpenuhi. Menu enak dan konsisten di AGJ itu content, dan itu wajib menjadi basic. Kalau gak bisa bikin menu enak dan konsisten, jangan berbisnis kuliner. Bisnis kuliner secara basic bikin makanan enak, kalau basicnya gak kuat maka bisnis kulinernya gak akan kemana mana, layu sebelum berkembang. Selain content , maka wajib membawakan context yang akan membuat customer akan datang kembali. Karena semua customer akan memiliki 4 Journey ini : Tahu, Coba, Ulangi, Rekomendasi.

Itulah tugas pebisnis kuliner melengkapi journey pelanggannya : membuat sebanyak banyaknya orang tahu, agar mereka mencoba kemudian merasa bahwa masakannya enak, kemudian mereka akan terus mengulangi untuk datang. Sampai akhirnya pada level tertinggi yaitu merekomendasikannya dan bahkan menjadi lawyer yang siap membela keberadaanmu.

So sebagai pengusaha, kami ingin customermu loyal karena apa?apa Content atau Context?? Apa yang akan membuat pelangganmu loyal??

*Suasana Membuat Menarik, Rasa Membuat Balik* dan *Sedikit Berbeda Lebih Baik Daripada Sedikit Lebih Baik*

One of Summary Diskusi Asosiasi Pengusaha Kuliner Indonesia (APKULINDO), di suatu pagi yang cerah.
Dituliskan oleh Panglima JUARA. Kamu pengusaha kuliner?? silahkan bergabung dengan APKULINDO, membangun kuliner anak bangsa. Hubungi : 081-210-55458

Share this: