Share this:

Berawal dari semangat dan cita-cita untuk bisa pindah kuadran dari karyawan (Kuadran 1) menjadi entrepreneur (Kuadran 3), tetapi juga tidak ingin mengalami kejadian bangkrut ketika memulai usaha sebagai seorang yang berada di kuadran 3 di bidang kuliner.

Banyak yang bilang kalau jadi pengusaha harus menghabiskan jatah bangkrutnya untuk berhasil. Tetapi saya memiliki keinginan dan tekad jangan sampai bangkrut di usaha kuliner, karena ketika saya sebagai karyawan dan nyambi-nyambi bisnis juga udah kenyang yang namanya bangkrut dan ketipu.

“Dulu saya bilang: ‘saya ditipu’. Sakarang saya bilang: ‘saat itu saya belum tahu ilmunya’.”

Bisnis itu sekolah. Nah sekolah itu ya mahal…anggap itu biaya sekolahnya.

Banyak hal detil dalam bisnis yg tidak dipelajari akan berakibat pada kerugian.

Entah itu ditipu. Dibohongi. Dsb

Meskipun dalam pengertian normatif “saya ditipu atau dibohongi” saya nggak bilang begitu ke diri saya maupun ke orang lain.

Proses terjadinya “saya ditipu atau dibohongi” pada saat itu karena saya belum belajar. Atau belum tahu…

Semua pengalaman pahit itu menjadi sekolah berharga untuk semakin mendewasakan.

Secara psikologis, diksi “ditipu” atau “dibohongi” itu jika terus disimpan dalam memori, akan menghambat langkah selanjutnya … 
Sebab bisnis itu pilihannya cuma dua: untung dan rugi.

Bagaimana agar saya sekolahnya cepat? Tentunya harus ada strategy dan strategy paling jitu buat saya adalah Berkomunitas dan Bermentor.
Untuk komunitas saya memilih TDA sejak 2015 ketika saya bersiap untuk resign dari perusahaan multinasional otomotif terbesar di Indonesia dengan gaji dan fasilitas yang aduhai..

Setelah saya ber TDA selama hampir 1.5tahun barulah saya berani memutuskan diri untuk resign di desember 2016 dan kemudian 6 bulan kedepan tepat 20 Mei 2017 saya mendirikan ayam GEPREK JUARA dengan pondasi nya adalah Berjamaah, Bersyirkah, dan Pembedayaan dilandasi semangat Nasionalisme. Alhamdulilalah dengan berkomunitas di TDA, saya berada di lingkungan yang positif dan membangun. Tak terasa baru 1.5tahun berjalan saya sudah memiliki 50 outlet di seluruh dunia yang melayani masyarakat Indonesia dengan makan minum sepuasnya Rp 15.000.

Buat kalian yang mau resign, mau mulai usaha, jangan lupa berkomunitas atau saya ditipu, karena dengan berkomunitas kita membangun network dan banyak belajar pengalaman langsung dari para praktisi anggota komunitas.

Selamat ulang tahun ke 13 Komunitas TDA, semoga terus memberi berkah dan manfaat. Membangun peradaban yang mulia.

*Berkomunitas or Saya Ditipu*Berawal dari semangat dan cita-cita untuk bisa pindah kuadran dari karyawan (Kuadran 1) menjadi entrepreneur (Kuadran 3), tetapi juga tidak ingin mengalami kejadian bangkrut ketika memulai usaha sebagai seorang yang berada di kuadran 3 di bidang kuliner. Banyak yang bilang kalau jadi pengusaha harus menghabiskan jatah bangkrutnya untuk berhasil. Tetapi saya memiliki keinginan dan tekad jangan sampai bangkrut di usaha kuliner, karena ketika saya sebagai karyawan dan nyambi-nyambi bisnis juga udah kenyang yang namanya bangkrut dan ketipu."Dulu saya bilang: 'saya ditipu'. Sakarang saya bilang: 'saat itu saya belum tahu ilmunya'."Bisnis itu sekolah. Nah sekolah itu ya mahal…anggap itu biaya sekolahnya.Banyak hal detil dalam bisnis yg tidak dipelajari akan berakibat pada kerugian. Entah itu ditipu. Dibohongi. Dsb不不不不不不不Meskipun dalam pengertian normatif "saya ditipu atau dibohongi" saya nggak bilang begitu ke diri saya maupun ke orang lain.Proses terjadinya "saya ditipu atau dibohongi" pada saat itu karena saya belum belajar. Atau belum tahu…Semua pengalaman pahit itu menjadi sekolah berharga untuk semakin mendewasakan.Secara psikologis, diksi "ditipu" atau "dibohongi" itu jika terus disimpan dalam memori, akan menghambat langkah selanjutnya … Sebab bisnis itu pilihannya cuma dua: untung dan rugi.Bagaimana agar saya sekolahnya cepat? Tentunya harus ada strategy dan strategy paling jitu buat saya adalah Berkomunitas dan Bermentor.Untuk komunitas saya memilih TDA sejak 2015 ketika saya bersiap untuk resign dari perusahaan multinasional otomotif terbesar di Indonesia dengan gaji dan fasilitas yang aduhai..Setelah saya ber TDA selama hampir 1.5tahun barulah saya berani memutuskan diri untuk resign di desember 2016 dan kemudian 6 bulan kedepan tepat 20 Mei 2017 saya mendirikan ayam GEPREK JUARA dengan pondasi nya adalah Berjamaah, Bersyirkah, dan Pembedayaan dilandasi semangat Nasionalisme. Alhamdulilalah dengan berkomunitas di TDA, saya berada di lingkungan yang positif dan membangun. Tak terasa baru 1.5tahun berjalan saya sudah memiliki 50 outlet di seluruh dunia yang melayani masyarakat Indonesia dengan makan minum sepuasnya Rp 15.000.Buat kalian yang mau resign, mau mulai usaha, jangan lupa berkomunitas atau saya ditipu, karena dengan berkomunitas kita membangun network dan banyak belajar pengalaman langsung dari para praktisi anggota komunitas.Selamat ulang tahun ke 13 Komunitas TDA, semoga terus memberi berkah dan manfaat. Membangun peradaban yang mulia.Salam JUARA

Dikirim oleh Agung Prasetyo Utomo pada Selasa, 22 Januari 2019

Salam JUARA

Share this: